Berita

PT Gema Kreasi Perdana PHK Karyawan Tanpa Pesangon

Konawe Kepulauan, Kendarikini.com – PT. Gema kreasi perdana (GKP) merupakan anak perusahaan dari PT. Harita group yang kini tengah berpolemik di internal perusahaan, pasalnya PT GKP terkabar, kini resmi merumahkan karyawanya yang jumlahnya berkisar 500 pekerja, (6/4)

Hal tersebut di ketahui setelah adanya spanduk terpampang di kantor pt gkp perwakilan kota kendari yang bertulisakan, “kantor ini di tutup untuk sementara sampai dengan waktu yang tidak di tentukan”.

Hal tersebut di benarkan oleh salah satu eks karyawan PT GKP Amin karim saat dihubungi via telepon melalui via Ia menegaskan bahwa terjadinya efisiensi karyawan adalah hasil dari kesepakatan bersama secara berkala, mulai dari januari sampai di akhir maret 2020, perlu di ketahui juga bahwa penyebab dari efisiensi pekerja, di akibatkan perusahaan tersebut belum beroperasi, di karenakan jalan hualing belum bisa tembus sampai ke titik lahan pengelohan tambang tersebut.

“jalan hualling terhambat di karenakan belum adanya solusi terbaik dari perusahaan yang di berikan kepada 3 orang pemilik lahan, WA ANA, LA BA,A
sehingga kini Pt gkp resmi merumahkan karyawanya yang jumlahnya berkisar 500 pekerja, namun yang menjadi polemik hari ini, beberapa eks karyawan di phk tanpa di bayar pesangonya serta masih cukup banyak karyawan yang masih belum di bayarkan sisa honornya, pekerja yang di phk menuntut agar perusahaan membayar sisa honor dan pesangon yang menjadi hak pekerja,” tutur Amir

Ia menambahkan pekerja yang kini di phk mengaku sudah tidak nyaman dengan keberadaan Bambang murtyoso selaku Direktur operasional, dan Chandra sebagai manejer operasional di PT GKP, eks karyawan yang kini menghimpunkan diri di “SOLIDARITAS WAWONII UNTUK GKP” menuntut kepada pimpinan tertinggi di pt Harita Group agar segera mencopot bambang dan chandra dari PT. GKP

“Setiap perusahaan yang masuk di suatu daerah, pemimpin perusahaan harus faham kultur suatu daerah tersebut, apalagi di wawonii sangat unik, beda dengan daerah lain,” ucapnya

Di tempat yang berbeda hal tersebut di pertegas kembali oleh kordinator presidium “SOLIDARITAS WAWONII UNTUK GKP” IRFAN RENDE, yang di pekerjakan di PT GKP sejak april 2019 lalu dan di berhentikan februari 2020 dengan alasan bahwa saudara irfan sudah berkahir masa kontraknya, sementara itu ia mengaku tidak pernah menandatangani kontrak dari perusahaan, dan ironisnya dia di phk tanpa di berikan sisa honor dan pesangon dari perusahaan.

“Tindakan yang di lakukan oleh perusahaan menimbulkan keresahan eks karyawan yang berkisar 500 pekerja yang di phk tanpa pesangon, dan mereka kini mendesak pt gkp agar segera membayar pesangon mereka, dan jika tuntutan ini tidak di indahkan, mereka akan melakukan gerakan yang bergelombang lebih besar dan memboikot aktifitas PT. GKP,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa yang harus di ketahui oleh perusahaan akan berbeda gerakan antara penolak dan gerakan yang lahir dari internal perusahaan, ini akan susah untuk mendapatkan dukungan lagi dari masyarakat wawonii, jika sudah pekerjanya yang di zolimi.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button