Pemerintahan

Realokasi APBD Koltim Solusi Tepat Melawan Corona

Oleh : Irwansyah, SH., LL.M. (Anak Petani Koltim)

Diskusi ini hasil elaborasi penulis dalam diskusi Online:
Moderator Andi Surahman, Nara Sumber Bapak Hugua dengan Tema “Apa langkah konkret Pemda Sultra dalam menghadapi Pandemi Covid-19”.

Pandemic Virus Covid-19 atau Virus Corona menjadi ancaman yang sangat menghawatirkan saat ini (krisis kesehatan) dan krisis ekonomi di masa akan datang. Kita berharap tidak terjadi krisis sosial. Karena sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang tepat. Solusi sementara yang dapat kita lakukan adalah himbauan untuk tetap di rumah (stay at home), bekerja dari rumah (work from home), belajar di rumah (study at home), rajin mencuci tangan (keeping cleanliness), jara jarak (social distance) dan (physical distance), pembagian masker dan handhenitizer, serta penyediaan tempat cuci tangan di rumah dan fasilitas umum.
Bukan pasimis, tapi kalau Pandemic Covid-19 ini terjadi dalam kurun waktu yang lama tanpa solusi yang cepat dan tepat maka potensi ekonomi berada diamban “kelumpuhan” dan kelaparan bisa saja terjadi. Tidak bisa dipungkiri bahwa solusi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengakitbatkan perputaran ekonomi mengalami slowdown (perlambatan), karena hampir semua kegiatan ekonomi rakyat masih menggunakan metode konvensioanal yaitu person to person atau face to face atau kegiatan di publik area. Situasi ini juga berefek langsung terhadap konsentrasi daya beli masyarakat yaitu kebutuhan makanan dan minuman sehingga sektor lain tentu akan mengalami kolaps dan berpotensi gulung tikar.

Semua elemen bangsa dan organ negara mulai dari pusat sampai daerah sedang berjuang melawan Pandemic Virus Corona. Bahkan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat, pemerintah desa dan keluruhan, gencar mensosialisasikan tips menghindari Virus Corona melalui media-media yang ada. Bahkan Presiden pada Tanggal 31 Maret 2020 menetapkan darurat kesehatan, semakin daruratnya Covid-19 ini ditetapkanlah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun2020 oleh Presiden Jokowi, ditetapkan PSBB, dan instruksi untuk melakukan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) olehnya itu kegiatan fisik yang belum ditender agar segara diarahkan untuk penanganan Covid-19. Saya sangat yakin kolaborasi seluruh elemen bangsa saat ini dapat menekan penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan-China. Pertanyaannya kemudian adalah kapan virus ini akan berakhir, belum ada yang mampu memastikan kapan berakhirnya.

Sebagai masyarakat biasa, tentu situasi ini sangat menghawatikan karena pasokan pangan semakin hari semakin menipis dan perputaran ekonomi nyaris tidak ada. Lalu solusinya apa?
Menurut hemat saya, pemerintah pusat (APBN), pemerintah daerah (APBD) dan pemerintah desa (Dana Desa) harus berani merealokasi anggaran dan reevaluasi kegiatan yang berorientasi pada penanganan pandemic Covid-19 (kesehatan), kebutuhan pangan, serta yang dapat melakukan recovery pendapatan masyarakat banyak yaitu sektor pertanian dan perkebunan.

Secara khusus, saya menyarankan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kolaka Timur untuk merealokasi anggaran pembangunan infrastruktur yang ada di Dinas PU ke dinas yang terkait langsung dengan pandemic Covid-19 dan recovery ekonomi rakyat yaitu sektor pertanian dan perkebunan. Selain itu, memangkas anggaran perjalanan dinas karena saat ini beberapa daerah telah melakukan isolasi walayah (semi lockdown) dan rapat-rapat serta kordinasi pemerintahan dapat dilakukan secara daring (online).

Saya sengaja menyarankan Pemda Koltim dan DPRD Koltim untuk lebih banyak merealokasi anggaran di sektor pertanian dan perkebunan karena sektor itu merupakan ujung tombak pembangunan daerah yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan mayoritas pekerjaan masyarakat Kolaka Timur. Artinya, penyediaan handtracktor atau alat pertanian-perkebunan lainnya dalam jumlah banyak, penyediaan bibit yang berkualitas, penyediaan pupuk dan racun yang memadai juga harus dilakukan dengan metode bayar panen (Yarnen).

Lalu maukah Pemda Koltim dan DPRD Koltim melakukan ini, kita tunggu keberpihakan para penentu kebijakan untuk mendiskusikan saran ini sembari kita bertahan secara ekonomi dan bertahan secara imun. Karena keberpihakan terhadap petani tidak cukup dengan narasi indah di ruang-ruang berAC melainkan dalam bentuk kerja nyata.

Terakhir saran untuk Pemda Koltim adalah menjadikan tempat ibadah sebagai sarana penyebaran informasi dan edukasi melawan penyebaran Virus Corona.

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button