Puisi

Risno Ibrahim: Merayakan Hujan

Tanpa sayap ia terbang, tapi bukan demi dirinya, demi siapapun
Pergi yang tak sempat ucap kata pisah, adalah cara lain berjanji untuk temu

Lihatlah yang sedang menggigil, tak mampu menahan dingin jatuh berguguran
Kejatuhan yang lebih dipahami duka padahal suka, mematikan padahal menghidupi

Adakah kesaksian yang lebih romantis dari pergi tanpa suara, dan datang dengan perayaan?

Bukan rayu, jika haru atau ranum mari rayakan.
Sebab kemenangan atau kekalahan adalah sama-sama milik kita!

Tidak ada kematian yang benar-benar mati
Akan ada hidup setelah mati
Berbahagialah!

Dan sejak hari itu aku kehilanganmu,luka kurawat sendiri pulih memakan waktu. Sampai lelah, sampai lupa.

 

Goresan Pena: Risno Ibrahim

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close
Back to top button