Pilkada 2020

Samudrah Sultra Soroti Penggunaan Nama La Ode Muhammad Rusman Emba Sebelum Ada Putusan Pengadilan

Kendari, Kendarikini.com – Barisan Pemuda Merah Putih (Samudrah) Sulawesi Tenggara kembali menyoroti pengunaan nama La Ode Muhammad Rusman Emba, dan keterlibatan pihak-pihak dalam membuat KTP-el serta para pihak yang meletigimasi perubahan nama, sebelum ada keputusan pengadilan yang sah, (13/10).

Ketua Samudrah Sultra Alamsah, SH menyoroti pihak yang terlibat membantu Bupati Muna Rusman Emba dalam hal mengurus administrasi kependudukan yang diduga maladministrasi dan hari ini menjadi polemik publik.

“Bagaimana bisa KTP-el terbit Atas nama La Ode Muhammad Rusman Emba sedangkan syarat dalam pembuatan KTP diantaranya ada surat pengantar dari RT/RW atau pengantar dari desa/Lurah dan juga Harus ada fotokopy Akta Kelahiran atau Kartu Keluarga (KK), yang mana dalam Akta kelahiran, maupun Ijazah semuanya menggunakan nama  La Ode Muhammad Rusman Untung,” jelasnya saat dihubungi via telepon.

Ia menambahkan hal ini sangatlah fatal, Disdukcapil berani melakukan perubahan nama tanpa ada keputusan Pengadilan. Disdukcapil diduga telah melampau kewenangannya melakukan perubah nama seseorang sedangkan kita tau bersama bahwa lembaga yang berhak melakukan Perubahan nama seseorang adalah Pengadilan.

“Apakah ini faktor kesengajaan?, kalau toh ini salah cetak kok nama ini di gunakan sekian lama, Seharusnya hal-hal seperti ini tidak terjadi,” ucapnya.

“Dan apabila betul dugaan kami terjadi maladministrasi maka publik selama ini telah dibohongi,” bebernya.

Samudrah Sultra juga menyoroti pihak KPUD Kab. Muna yang telah menetapkan La Ode Muhammad Rusman Emba sebagai Cabup Muna pada tanggal 23 september 2020. Ini sangatlah keliru, bagaimana bisa KPUD memutuskan dan meletigimasi bahwa nama La Ode Muhammad Rusman Emba yang sah di gunakan, sedangkan Keputusan perubahan nama belum ada dari pengadilan, nanti pada tanggal 24 september 2020 barulah ada putusan Pengadilan.

“Maka dengan putusan pengadilan tersebut barulah Sah dalam menggunakan Nama La Ode Muhammad Rusman Emba, maka apa yang telah dilakukan Pihak KPUD kab Muna kurangnya kehati-hatian dan ketelitian, kami menduga KPUD Kab Muna telah melanggar Asas Kepastian hukum dan Profesinalitas,” Ungkapnya.

Alamsa juga heran dengan apa yg dilakukan selama ini oleh Bapak La Ode Muhammad Rusman Emba yang tak lain adalah Bupati Muna yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Prov Sultra, beliau ini Pejabat Publik, seharusnya sebelum beliau melakukan perubahan nama di KTP, beliau mengajukan permohonan perubahan nama ke Pengadilan, sangat tidak masuk akal kalau beliau tidak paham hal tersebut, sekian lama beliau menggunakan nama yang tidak memiliki letigimasi hukum ini sangatlah fatal.

“Publik pun pasti penasaran bagaimana keabsahannya dokumen administrasi pemerintahan yang di tandatangani oleh seseorang dengan menggunakan nama yang tidak ada letigimasi hukumnya dan bagaimana pertangung jawaban di mata Hukum?,” ujarnya.

Oleh karna itu kami berharap  pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal ini dapat memproses kasus tersebut secara tuntas dan terang benerang agar hal tersebut tidak lagi terjadi sehingga tidak terjadi kegaduhan publik seperti sekarang ini.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close
Back to top button