Hukum

SBSI Nilai PT. CAM Lakukan Praktek Perbudakan

Konsel, Kendarikini.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Konawe Selatan menilai PT. Cipta Agung Manis (CAM) melakukan praktek perbudakan, (23/10).

Ketua DPC SBSI Konsel Ardianto mengatakan praktek perbudakan buruh terjadi Desa labokeo, Kabupaten Konsel, hal ini diduga karena motif ekonomi. Pemilik perkebunan ingin untung besar dengan biaya yang sedikit.

“Perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan singkong tapioka, PT. CAM yang melakukan aktivitas hampir semua kacamatan di konsel, salah satunya kacamatan laeya desa labokeo yang beroperasi sejak 2010 silam,” jelasnya.

Ia menambahkan saat SBSI Konsel melakukan investigasi lapangan dan bertemu salah satu masyarakat Desa Labokeo yang diduga korban perbudakan yang berhasil dimintai keterangan wawan membeberkan Kami di perkerjakan dengan sistem borongan semua kegiatan, penanaman singkong, pembersihan, penyemprotan . Dengan upah yang di dapatkan sebesar Rp. 25.000 per orang dalam 1 minggu kerja.

Di tempat yang berbeda saat SBSI Konsel memintai keterangan dari karyawan yang masih aktif bekerja di PT. CAM juga menemukan kenyataan di lapangan bahwa karyawan tidak diberikan hak-haknya dari perusahaan salah satunya keterlambatan pembayaran gaji bulanan di bayarkan 1 bulan setengah, BPJS Ketenagakerjaan tidak ada dan banyak hal lainnya yang kami duga melanggar hukum.

Berdasarkan hal itu KSBSI menilai perlakuan PT. CAM terhadap karyawan sebagai bentuk praktek perbudakan di sektor ketenagakerjaan dan bertentangan dengan paruturan perundangan undangan yang ada kami secara kelembagaan mengutuk keras tindakan yang di duga dilakukan oleh PT. CAM.

“Tindakan CAM dinilai sangat tidak di benarkan oleh regulasi yang ada, masyarakat di beri pekerjaan dengan borongan 1 jt / Ha dan di kerjakan sebanyak 40 org selesai dalam 1 minggu hanya mendapatkan 25 RB /orang sangat tidak manusiawi,” ungkapnya.

“Sebagai bentuk keprihatinan kami dari KSBSI Konsel akan mempresure ke instansi yang berwenang agar segera memberikan sanksi terhadap persoalan ini karena menyangkut kepentingan rakyat dan Minggu depan kami akan melakukan unjuk rasa sebagai bentuk kepedulian kami terhadap tindakan perusahaan,” tegasnya.

Sementara dari Pihak PT. CAM melalui General Manager (GM) Indra saat dihubungi via WhatsApp belum memberikan tanggapan persoalan ini.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button