Berita

Seharusnya Pemkot Kendari Membuat Himbauan Yang Tidak Bikin Panik dan Memikirkan Konsekuensinya

Kendari, kendarikini.com – Instruksi Walikota Kota Kendari Zulkarnain Kadir, SE.,ME agar masyarakat tinggal dirumah selama tiga hari antara tanggal 10-12 April 2020 di nilai Kontroversi Oleh sebagian masyarakat dan berbagai Ormas.Salah satu Ormas yang mempersoalkan datang dari Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Sulawesi Tenggara Sulawasi( AMPUH SULTRA), (11/4).

Ketua Bidang Sosial dan Pemerintahan Ampuh Sultra Iksan Binsar Menilai bahwa himbauan tersebut terburu-buru di lakukan, pasalnya Informasi terkait himbauan tersebut tidak memiliki rentan waktu yang cukup Untuk masyarakat Kota Kendari dalam menyiapkan kebutuhan selama berada di rumah.

“Tentunya kami sangat mengapresiasi langkah beliau, namun yang kami sayangkan adalah himbauan itu sangat mendadak yang akhirnya justru membuat masyarakat kota Kendari ini menjadi panik, itu terbukti pada tanggal 9/4/20 malam, hampir semua pasar dan super market bahkan mini market di padati oleh masyarakat. Ini akibat kepanikan yang di sebabkan oleh Pemkot kendari” tuturnya.

Selain itu juga ia menambahkan bahwa, sebelum membuat Kebijakan Pemerintah Kota Kendari harusnya mampu melihat masalah baruyang hadir akibat kebijakan yang dikeluarkan.

“Kebijakan ini begitu tidak Logis dalam pelaksanaanya , mengingat bahwa sebagian masyarakat kota Kendari haruslah keluar rumah agar bisa mendapatkan Uang guna memenuhi kebutuhannya dan keluarga, sebenarnya kebijakan ini begitu baik dan benar, jika pemkot menyediakan Kebutuhan pangan masyarakat selama di rumah. Ini masih banyak yang tidak tersentuh bantuan tapi kebijakannya harus di taati oleh semua masyarakat, Kan Aneh. Melarang orang keluar rumah tapi tidak memenuhi kebutuhannya selama di rumah. Jadi kami sarankan kepada Pemkot kendari agar lebih melihat lagi rakyat kecil jika ingin membuat Kebijakan” tutupnya.

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button