Kriminal

Selain 2 Polisi, 1 PNS Terciduk Sabung Ayam, FMMB: Fasilitator Judi Harus Segera Ditahan!

Bombana, Kendarikini.comPenggerebekan arena sabung ayam yang terjadi pada minggu (3/5) di desa Mulaeno, Kecamatan Poleang Tengah tidak hanya menciduk 2 petugas kepolisian. 1 Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Okki, yang bertugas di Puskesmas Tontonunu juga terlibat menjadi inisator judi ayam bangkok tersebut.

Ketua umum Forum Mahasiswa Bombana Bersatu (FMBB), Farhan Abadi mengatakan, judi sabung ayam tersebut seringkali dilakukan di gudang usaha kopra milik Sukir.

“Kami meminta kepada Kapolres Bomabana agar segera menahan saudara Sukir dan Okki yang telah menjadi fasilitator judi sabung ayam di kampung, ” tandas Farhan saat diwawancarai oleh awak media kendarikini.com, Rabu 6 Mei 2020.

Menurut Farhan, kedua oknum tersebut seharusnya diberikan sanksi tegas sebagai efek jera atas kelakuannya. Pasalnya, Barang Bukti (BB) hasil penggerebekan diduga telah raib dari Polsek Poleang dan kedua oknum kembali berkeliaran guna memulai kembali aksinya.

“Ada apa dengan Polsek poleang telah mengeluarkan pelaku sabung ayam beserta barang buktinya? Kami minta meminta kepada kepolisian Bombana agar memberi police line di sekitar gudang tersebut yang menjadi wadah mereka melakukan judi sabung ayam, ” pungkasnya.

Ditengah mewabahnya Covid-19 dan bulan ramadhan, lanjut Farhan, FMBB sangat menyayangkan tindakan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Poleang yang memberikan kebebasan pelaku sabung ayam. Sebab, ia menilai keterlibatan 2 oknum polisi dalam sabung ayam sudah cukup mencoreng intitusi kepolisian.

“Kami tidak menginginkan adanya proses hukum yang tidak adil dipertontonkan di tengah masyarakat Poleang. Kami menginginkan untuk sementara waktu tidak ada lagi aktifitas apapun di desekitar gudang yang menjadi TKP. Selain itu, sampai kasus ini benar-benar selesai, barang bukti berupa mobil dan lainnya harus segera diamankan di Polsek terdekat, ” tutupnya.

Untuk diketahui, penggerebekan Sabung ayam di dusun Sumpang Salo yang dilakukan oleh Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 Desa Mulaeno pada minggu malam (3/5) juga menciduk 2 oknum Polisi yang masing-masing bertugas sebagai Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Poleang dan Poleang Barat.

Penulis: Luthfi Badiul Oktaviya

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button