Pilkada 2020

Serahkan Atribut Pemantau, JaDI Koltim Siap Kawal Pilkada

Kolaka Timur, Kendarikini.com – Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) setelah mendapatkan akreditasi dari KPU Kolaka Timur pada tanggal 15 September 2020 yang lalu, sebagai salah satu lembaga Pemantau yang dilegitimasi oleh Undang-Undang untuk melaksanakan tugas-tugas Pemantauan dalam Penyelenggaraan Pilkada Kolaka Timur Tahun 2020, (7/11).

Pada hari ini Minggu 6 Desember 2020 bertempat di Baros Farm House Kecamatan Tirawuta, Ketua Presidium JaDI Koltim Adly Yusuf Saepi, SH.,MH, yang juga Komisioner KPU Koltim 2014-2019 ini menyerahkan dan membagikan atribut pemantauan kepada para Pemantau Pemilihan yang tergabung dalam wadah Jaaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) yang nama-namanya telah terdaftar di KPU Koltim.

Atribut yang dibagikan tersebut berupa ID Card, Baju Kaos, dan Masker Pemantau yang akan digunakan dalam tugas pemantauan Pilkada dimasa Pandemi Covid-19, sekaligus sebagai identitas dari rekan-rekan Pemantau agar mudah dikenali ketika melaksanakan tugas pada hari pemungutan suara Rabu 9 Desember 2020.

“Dalam pertemuan sore kemarin selain membagikan atribut, Pemantau juga kami berikan informasi sekaligus pemahaman tentang tugas, hak dan kewajiban, larangan, serta kode etik Pemantau dalam menjalankan tugas Pemantauannya dilapangan,” jelasnya.

 

Adly mengatakan, jumlah personil Pemantau yang kami turunkan dan siap untuk mengawal tahapan pemungutan dan penghitungan suara serta rekapitulasi hasil pungut hitung nanti, totalnya berjumlah 16 (enam belas) orang, yang terdiri dari 12 (dua belas) orang Pemantau yang tersebar di 12 kecamatan.

Jadi masing-masing kecamatan kami turunkan 1 (satu) Pemantau saja yang bertempat di ibukota Kecamatan, dan 4 (empat) orang Pemantau berkedudukan di ibukota Kabupaten yang akan memantau dan berkeliling di kecamatan-kecamatan terdekat untuk memastikan tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Rekapitulasi hasil berjalan sesuai regulasi.

“Harapan kami mendekati hari pemungutan suara, agar masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam Pilkada turut serta berperan aktif melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pelaksanaan pungut hitung untuk mencegah terjadinya potensi-potensi pelanggaran dan kecurangan dalam Pilkada 2020, khususnya mencegah praktik politik uang, agar hasil dan kualitas pesta demokrasi lokal menjadi berkualitas dan berintegritas,” tutupnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close
Back to top button