Politik

Srikandi Milenial Sultra Ragukan Status Keanggotaan Partai Haerul Saleh

KENDARI – Srikandi Mileneals Sulawesi Tenggara (Sultra) meragukan status keanggotaan parta Haerul Saleh, pasalnya Haerul Saleh diwajibkan mundur dari kader Gerindra apabila terpilih menjadi Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) pada 9 Juli tahun 2019.

Kordinator Srikandi Mileneals Sultra Norma mengatakan menyayangkan sikap Haerul Saleh pada saat itu yang mempertaruhkan status keanggotaan Partai Gerindra sehingga hari ini status keanggotaan patut di ragukan bersama, dan seorang politisi sejati tidak akan melakukan hal seperti itu yang menunjukkan sikap tidak konsistennya.

“Apabila seseorang mendaftar diri sebagai Anggota BPK RI dalm Pasal 13 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK tidak mensyaratkan harus mundur dari Parpol pada saat mendaftar, akan tetapi ketika terpilih secara otomatis harus keluar dari Parpol sebagai wujud independensi lembaga BPK. Saat ini tak satupun anggota BPK menjadi Anggota Parpol, Lebih awal pasti Haerul Saleh pasti sudah mengetahui bahwa menjadi anggota BPK sama halnya keluar dari Partai Gerindra,” jelasnya saat dihubungi via telepon.

Lanjutnya Ia menambahkan Lembaga Negara Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) harus bebas dari intervensi Partai Politik, oleh karenannya semua anggota BPK harus non partisan atau tidak berpartai, Sebagaimana diketahui bahwa salah satu pengguna anggaran yang akan diaudit oleh BPK adalah Partai Politik jadi apabila anggota BPK berstatus sebagai anggota partai berpotensi menimbulkan abuse of power karena memeriksa penggunaan uang di rumahnya sendiri.

“DPP Partai Gerindra harus betul-betul menempatkan kader potensial dijabatan strategis termasuk soal PAW, Bukan menempatkan orang yang tidak loyal dan sudah berniat meninggalkan Partai,” harapnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button