Opini

Surat Cinta Untuk Bupati Bombana

Kecamatan Poleang Butuh Pemimpin Yang Berintegritas

Oleh : Muhtar muasafir
Ketua Karang Taruna Wija kastarib

Kemampuan manajerial menentukan sukses kepemimpinan seseorang”
Sebuah teori menejemen yang harusnya dipahami oleh seorang pemimpin bukan kuots semata.

Dalam sebuah teori menejemen mengungkap bahwa kepuasan bawahan dan masyarakat menjadi evaluasi utama sebuah keberhasilan pemimpin. Bahkan pemilihan seorang pemimpin yang baik harusnya didasari oleh kemampuan tersebut.

Kebijakan yang menjadi ujung tombak dari sebuah program sebaikanya didasari dengan analisis yang terukur dan memperhatikan resiko. Bukan semata-mata karena keinginan mendapat apresiasi dan pengakuan layak menjadi pemimpin. Dalam lingkup pemerintahan jika seseorang menjadi pemimpin berarti sudah siap juga menjadi pelayan bagi masyarakat. Asumsi yang salah jika menjadi pemimpin itu akan bebas melakukan apa saja, karena pada hakikatnya, pemimpin harus mendapat izin terlebih dahulu dari masyarakat untuk mengambil sebuah keputusan, kebijakan yang bermuara pada pelayanan publik. Karena kebijakan yang dibuat oleh pemimpin haruslah bertujuan untuk kepentingan umum bukan untuk kepentingan pribadi, keluarga, teman, golongan ataupun kelompok.

Sebagaimana tulisan diatas penulis mengharapkan kepada Bupati Bombana agar lebih selektif dalam memilih seorang pemimpin di tingkat bawah seperti Camat dan Lurah. Karena kebijakan yang akan dihasilkan dari jabatan tersebut akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bukan hanya kemampuan menghasilkan kebijakan tapi juga sikap sosial dari pemegang jabatan tersebut harus menjadi penilaian dasar, karena masyarakat tidak mengharapkan seorang pemimpin wilayah yang memiliki sikap tempramen, emosional dan terkesan diktator. Yang masyarakat butuhkan adalah pemimpin yang mampu mengayomi, mampu bersinergi dengan masyarakat serta yang paling penting tidak anti terhadap kritik dari golongan masyarakat manapun.

Melihat fenomena yang terjadi ketika pergantian jabatan di kecamatan poleang pada bulan Maret 2020 Dengan dimutasinya camat poleang , menimbulkan banyak opini yang berkembang dikalangan masyarakat karena dianggap terjadi pergantian yang didasari sebuah insiden tidak layak dipertontonkan kepada khalayak umum dan terkesan tidak bermoral dari sikap seorang pemimpin. Dan ini menjadi penilaian masyakat bahwa insiden tersebut dianggap sangat kontroversial dan sangat politis dalam perebutan jabatan Camat Poleang.

Alhasil sebuah penilaian awal yang buruk dari masyarakat terhadap pergantian jabatan Camat Poleang.
Penulis mengharap bahwa kejadian tersebut harusnya menjadi indikator penilaian bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana untuk memilih dan menetapkan pemimpin ditingkat wilayah setelah masa uji coba jabatan PLT Camat Berakhir. Dan kami berharap penunjukan jabatan camat poleang adalah seseorang yang memiliki integritas kepemimpinan yang baik, bersedia menjadi pelayan public yang baik, tidak mengedepankan sikap emosional dan egoisme, serta tidak anti terhadap kritik dari masyarakat.
“sesungguhnya sejahat-jahat pemerintah yaitu yang kejam (otoriter), maka janganlah kau tergolong daripada mereka” (HR. Buchary, Muslim).***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close
Back to top button