Puisi

Teruntuk Dinda Yang Entah Sedang Dimana

Hai Dinda..
Mungkinkah rasaku telah sampai disana?
Di gunung-gunung yang berdiri angkuh
Bersama dengan sosokmu yang bersedekap,
Dengan rambut yang berkibar bagai bendera.

Sebenarnya kata-kata tak mampu melukiskan
Karena pena terbatas mengartikan keindahan.
Tapi aku ingin sekali menunjukkan, perkara gadis penyantap senja yang selalu kudambakan.

Teruntuk pemilik mata kejora.
Dinda, telah lama aku mengembara.
Mencoba menemukan rumah dari riuhnya air mata dunia.
Tapi tidak juga kutemukan.
Meskipun ku cari sampai celah surga, ataupun di palung neraka
Rumah itu tak ada dimana-mana.

Aku sempat depresi, sekarat dalam halusinasi.
Penipu fana yang hanya tau memugar cantiknya.
Hingga disuatu pagi, di bawah langit semesta, aku menemukanmu.
Jiwa paling merdu dengan seluruhmu.

Dinda, tidakkah kau rasa ini sulit sekali?
Serupa mencintai waktu yang hidup didalam jiwa, namun beranjak pergi saat dicintai.
Waktu yang tak bisa kumiliki, selain penyesalan diri.

Goresan Pena: La Ode Muhammad Faisal

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close
Back to top button