Berita

Polri dan Unsoed Resmikan Pusat Studi Kepolisian, Perkuat Riset dan Ketahanan Pangan

KENDARIKINI.COM, PURWOKERTO – Kepolisian Negara Republik Indonesia bersama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi meresmikan Pusat Studi Kepolisian di kampus Unsoed, Purwokerto, Kamis (5/3/2026).

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Jawa Tengah dan Unsoed sebagai bentuk kolaborasi akademik dan kepolisian.

Rektor Unsoed menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut serta menegaskan komitmen kampus mendukung pengembangan ilmu kepolisian berbasis riset.

Menurutnya, Pusat Studi Kepolisian diharapkan menjadi ruang sinergi antara akademisi dan kepolisian dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Unsoed juga melibatkan sejumlah guru besar untuk berkolaborasi langsung dengan personel Polri, khususnya Bhabinkamtibmas di lapangan.

Prof. Farid, ahli pemuliaan tanaman, akan mendukung konsultasi pertanian guna memperkuat program ketahanan pangan nasional.

Sementara Prof. Norman, pakar perikanan, berperan dalam pengembangan sektor perikanan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Selain itu, Prof. Kuat dan Hantoko akan memberikan kontribusi dalam penguatan kebijakan strategis serta pengembangan sumber daya manusia.

Unsoed dinilai menjadi mitra strategis Polri karena memiliki ekosistem akademik kuat dengan 12 fakultas dan sekitar 35 ribu mahasiswa.

Peresmian ini merupakan bagian dari penguatan pemolisian berbasis riset atau evidence-based policing yang tengah dikembangkan Polri.

Program tersebut ditandai dengan pembentukan 74 Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Pada tahap awal, pusat studi diluncurkan di empat kampus, yakni Unsoed, Universitas Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Karanganyar, dan Universitas Negeri Semarang.

Wakil Kepala Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi yang terlibat dalam pengembangan ilmu kepolisian.

Ia menegaskan bahwa ilmu kepolisian kini berkembang menjadi disiplin ilmu lintas bidang yang penting menjawab dinamika sosial.

Dedi juga mengajak perguruan tinggi memperkuat kolaborasi riset dan penyusunan kebijakan untuk mendukung transformasi Polri.

Menurutnya, sinergi kepolisian dan akademisi akan menghasilkan strategi keamanan yang lebih adaptif, humanis, dan berbasis ilmu pengetahuan.*

Back to top button