Bulog Sultra Tetapkan Harga Jagung Basah Rp5.500 dan Kering Rp6.400 per Kg

KENDARIKINI.COM – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Kanwil Sultra) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengendalian dan penyerapan hasil produksi jagung petani.
Kepala Perum Bulog Kanwil Sultra, Benhur Ngkaimi, mengatakan Bulog menjalankan tugas pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga komoditas pangan strategis seperti beras, kedelai, dan jagung. Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya petani jagung di Sultra.
“Bulog hanya melaksanakan penugasan pemerintah dalam rangka ketahanan pangan dan memberikan tambahan kesejahteraan kepada kelompok tani jagung di Sultra,” kata Benhur saat ditemui jurnalis Kendarikini.com di sela kegiatan panen raya jagung di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, pada Kamis 8 Januari 2026.
Terkait mekanisme pengawasan harga jagung pakan, Benhur menegaskan bahwa saat ini tidak diperlukan pengawasan khusus karena harga telah ditetapkan secara nasional oleh pemerintah sebagai harga acuan.
“Harga jagung sudah ditetapkan pemerintah. Jagung basah di tingkat petani dihargai Rp5.500 per kilogram, sedangkan jagung kering Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog,” jelasnya.
Meski demikian, Benhur menegaskan Bulog siap melakukan intervensi apabila harga jagung di pasaran berada di bawah harga acuan yang telah ditetapkan.
“Jika ditemukan harga di bawah ketentuan, silakan laporkan ke Bulog. Kami siap menyerap jagung petani sesuai harga jagung basah maupun jagung kering yang berlaku,” tegas Benhur.
Sebagai informasi, pada tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan produksi jagung nasional mencapai 1 juta ton sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional.(Faldi)*









