BI: Ekonomi Sultra 2025 Tumbuh 5,79 Persen, Lampaui Rata-rata Nasional

KENDARIKINI.COM – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat pertumbuhan ekonomi Sultra sepanjang tahun 2025 mencapai 5,79 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra, Edwin Permadi, dalam kegiatan Bincang Bareng Media yang digelar di salah satu warung kopi di Jalan Martandu, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Senin (9/2/2026).
“Pada tahun 2025, ekonomi Sultra tumbuh sebesar 5,79 persen (yoy). Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 5,40 persen (yoy) dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Edwin.
Edwin menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sultra ditopang oleh kinerja ekonomi Triwulan IV 2025 yang tumbuh 5,94 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi penawaran, pertumbuhan tertinggi berasal dari Lapangan Usaha (LU) Jasa Keuangan dan Asuransi yang tumbuh 17,27 persen (yoy).
Selain itu, pertumbuhan juga didorong oleh peningkatan ekspansi kredit, transaksi digital, serta kinerja LU Akomodasi dan Makan Minum seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai kegiatan berskala nasional di Sultra.
“LU Informasi dan Komunikasi juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat akibat meningkatnya aktivitas digital masyarakat,” jelasnya.
Namun demikian, Edwin mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi masih tertahan oleh kinerja yang relatif lebih rendah pada LU Pengadaan Air serta Administrasi Pemerintahan.
Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Sultra didukung oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) melalui pembangunan kawasan industri dan fasilitas pendidikan, serta Konsumsi Rumah Tangga yang tetap terjaga daya belinya.
“Meski Konsumsi Pemerintah tumbuh positif, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan masih tertahan oleh kontraksi pada kinerja ekspor besi baja serta peningkatan impor bahan bakar minyak (BBM),” pungkas Edwin.*









