Berita

Kasus KDRT di Kendari Didominasi Faktor Ekonomi

KENDARIKINI.COM – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra), kini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan publik tepat dan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat, Rabu, 15 Oktober 2025.

Tetapi kasus KDRT ini terjadi bukan berarti tiada Faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Faktor-faktor dimaksud ialah faktor ekonomi, faktor rendahnya kesadaran hukum, faktor psikologi, faktor pendidikan, dan faktor lingkungan.

Di mana Faktor-faktor itu yang dominan adalah faktor ekonomi yang timpang, diikuti dengan faktor pendidikan masyarakat yang kurang meliterasi dirinya sendiri dengan kekerasan dan konsekuensi setelah bertindak kekerasan.

Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis P3A) Kota Kendari, Fitriani Sinapoy, bahwa faktor ekonomi menjadi faktor dominan tindakan KDRT di Kota Kendari.

Alasannya karena laporan data kasus KDRT yang dimiliki DP3A Kota Kendari dari tahun ke tahun rata-rata didominasi faktor ekonomi.

“Faktor dominan yang menyebabkan terjadinya kekerasan itu didominasi ada beberapa hal. Biasanya didominasi oleh faktor ekonomi. Ekonomi yang terlalu timpang itu bisa menyebabkan terjadinya kekerasan,” ungkap Fitriani Sinapoy, saat diwawancarai media ini pada hari Rabu, 15 Oktober 2025 di Kantor DP3A Kota Kendari.

Selain faktor ekonomi, menurut Fitriani Sinapoy, terdapat juga faktor pendidikan yang menyebabkan KDRT di Kota Kendari.

“Terus biasanya faktor pendidikan. Faktor pendidikan ya minta maaf yang rendah juga bisa memicu kekerasan. Karena mungkin mereka tidak di literasi bahwa kekerasan itu kan tidak boleh dilakukan. Tetapi karena pengendalian emosi yang kurang stabil dan tidak meliterasikan dirinya tentang kekerasan akhirnya seenak saja melakukan kekerasan,” ujarnya.(Faldi)*

Back to top button