
KENDARIKINI.COM, KONAWE – Polemik dugaan utang menyeret Sapiudin, anggota DPRD Konawe dari Partai Kebangkitan Bangsa.
Ia dituding belum melunasi pinjaman warga yang digunakan untuk kepentingan pencalonan legislatif.
Kasus tersebut memicu sorotan publik dan reaksi kalangan aktivis di Sulawesi Tenggara.
Persoalan berkembang dari sengketa utang menjadi isu integritas pejabat publik.
Sejumlah aktivis menilai sikap tersebut tidak mencerminkan tanggung jawab moral wakil rakyat.
Mereka juga menilai dugaan itu berpotensi mencoreng nama partai pengusungnya.
Informasi beredar menyebut pengakuan melalui istri keduanya terkait kewajiban pembayaran utang. Disebutkan, utang tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun tanpa pelunasan.
Pihak pemberi pinjaman mengaku kecewa karena janji pembayaran tak terealisasi. Menurutnya, Sapiudin dinilai mampu mengangsur sejak sekitar tiga tahun lalu.
Namun hingga kini, belum ada pembayaran yang diterima pemberi dana. Setiap dikonfirmasi, yang bersangkutan disebut berjanji akan segera membayar.
Janji tersebut diklaim terus berulang tanpa realisasi konkret. Dana yang dipinjam disebut berasal dari modal usaha warga.
Akibatnya, pemberi pinjaman mengaku mengalami kerugian ekonomi. Aktivis mendesak agar persoalan ini tidak dianggap sekadar urusan pribadi.
Mereka meminta penyelesaian dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab. Salah satu aktivis menyebut dugaan ini menyangkut etika pejabat publik.
Dikonfirmasi awak media, Sapiudin menyatakan akan membayar utang tersebut. Tekanan publik terus meningkat menuntut kejelasan dan penyelesaian kasus.*





