KENDARIKINI.COM – Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulawesi Tenggara (Sultra) kini giat mendistribusikan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) ke pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), siswa yang berprestasi, dan masyarakat dalam kondisi kena bencana, Jum’at, 15 Agustus 2025.
Menurut Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sultra, Irja Arif mengungkapkan sumber dana ZIS dan DSKL yang terkumpul di BAZNAS Sultra dari pemotongan gaji Aparat Sipil Negara (ASN).
“Tahun ini Januari sampai Agustus itu kita anggarkan dari dana yang terkumpul sekitar 200 juta dari pemotongan gaji lansung ASN, kita tidak menyimpan ada dana yang terkumpul harus segera kita distribusikan,” kata Irja Arif, saat diwawancarai pada hari Jum’at, 15 Agustus 2025 di Kantor BAZNAS Sultra.
Irja Arif juga mengatakan Pendistribusian dan Pendayagunaan dana ZIS dan DSKL pada tahun 2025 ini sedikit terlambat.
“Sebenarnya agag terlambat pertengahan tahun ini, minimal dalam satu tahun itu minimal tiga kali pendistribusian, pertengahan bulan Agustus ini pendistribusian dana ZIS dan DSKL kita rangkaikan dengan hari ulang tahun Indonesian,” kata Irja Arif.
Teruntuk Pendistribusian dana ZIS sendiri kata Irja Arif diperuntukkan bagi pelaku UMKM, serta bantuan pendidikan bagi siswa muslim yang berprestasi dari keluarga kurang mampu dan
“Diperuntukkan bagi 88 pelaku UMKM itu khusus UMKM masing-masing dapat 1 juta rupiah untuk modal usaha,” kata Irja Arif.
“Kemarin kami kategori kan bagi anak siswa yang berprestasi, kemudian dari keluarga miskin utamanya itu kan dana zakat harus ke fakir miskin siswa muslim dan berprestasi dari keluarga kurang mampu begitu, ada juga santunan anak yatim kategori di bawah usia 13 tahun dalam bentuk uang,” lanjutnya.
Pendistribusian dana ZIS ini juga diperuntukkan bagi bantuan pendidikan di semua sekolah umum berdasarkan kerja sama dengan dinas pendidikan di Kab/Kota Sulawesi Tenggara.
“Kemarin kita bekerja sama dengan pendidikan juga makanya dari sekolah umum kita ambil. Ada juga momen kita bekerja sama dengan kementerian agama itu ada kemarin kompetisi sains madrasah, jadi kita berkontribusi di situ,” kata Irja Arif.
“Kita menyebutnya bantuan pendidikan belum sebagai beasiswa, kalau beasiswa itu sampai semester berapa, karena beda definisi beasiswa dan bantuan pendidikan,” tegasnya.
Selain Pendistribusian ZIS, Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Sultra, juga distribusi DSKL bagi masyarakat yang kena bencana tanpa mengenal status sosial dan agamanya.
“Biasa kita peruntukan dana sosial keagamaan lainnya itu kebencanaan artinya kebencanaan itu tidak melihat agama kan siapa pun yang kena bencana itu semua orang pasti lagi kesusahan mau muslim mau non-muslim itu sasarannya. Kemudian seperti kurban juga daging kurban itu kan tidak mesti muslim dapat daging kurban begitu,” kata Irja Arif.
Irja Arif juga mengatakan untuk jumlah dan lokasi distribusi DSKL itu ada hewan atau bantuan perbaikan rumah, namun bukan dalam bentuk uang tunai.
“Ada 2 ekor pasi daging kurban sapi 2 ekor, 5 ekor kambing daging kurban itu kita potong langsung di pertenaknya, kemudian kita lakukan pengemasan, baru kita data yang berhak menerima di wilayah Konsel, wilayah kota Kendari, kemudian bantuan perbaikan rumah,” tutup Irja Arif.
Terakhir Irja Arif mengiatkan bahwa BAZNAS Sultra terus melakukan sosialisasi ZIS dan DSKL ini ke pada masyarakat, ASN di Provinsi Sulawesi Tenggara, tanpa paksaan nomina.
“Kita mengiatkan sosialisasikan untuk mengajak kembali para ASN yang belum melaksanakan seperti itu, sehingga kita mengajak untuk berinfak saja itu sukarelanya infak, sedekah tidak bisa kita paksa nominalnya berapa,” kata Irja Arif.(Faldi)*










