KENDARIKINI.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., MA, memberikan pembinaan ASN di lingkungan Kantor Kemenag Kab Bombana. Selasa (25/11/2025).
Hadir, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sultra, Hj. Sitti Mardawiah Kasim, Kepala Kantor Kemenag Kab. Bombana, H. Adnan Saufi, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional dan Pelaksana pada Kantor Kemenag Kab. Bombana, Kepala Madrasah, Kepala KUA serta Penyuluh Agama se Kab. Bombana.
Dikesempatan tersebut, Kakanwil menekankan agar jajarannya menerapkan beberapa strategi dalam rangka percepatan implementasi delapan program Asta Protas Kementerian Agama. Diantaranya cepat, berdampak, terukur, kolaboratif, efisien dan sejalan dengan kebijakan reformasi birokrasi.
Terkait dengan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Kakanwil menyebut akan diwujudkan melalui beberapa aksi. Pertama, deteksi dini konflik sebagai respon cepat mitigasi potensi intoleransi pada 17 Kab/Kota. Hal ini dilakukan, mengingat radikalisme sudah mulai masuk melalui jaringan media sosial dan banyak menyasar generasi muda.
“Kedua, mengintegrasikan FKUB, penyuluh lintas agama dan tokoh adat. Memaksimalkan peran FKUB untuk menjadi pilar utama dalam harmoni sosial dan agama,” tegasnya.
Ketiga, melalui Dialog Peradaban dan Damai Sultra. Ini akan meningkatkan pada moderasi kemanusiaan, inklusifitas digital dan toleransi anak muda. Sebab faktanya, hampir semua konflik keagamaan, terorisme dan radikalisme lahirnya dari para generasi muda.
Keempat, Gerakan penyuluh peduli Kemanusiaan. Tugasnya melakukan aksi sosial terhadap bencana lokal dan layanan dukungan psikososial, terutama terkait kekerasan terhadap anak yang dipicu oleh harmonisasi keluarga yang terganggu.
Selanjutnya penguatan program Ekoteologi. Ia berharap mampu mengintegrasikan kurikulum berbasis cinta dan program Ekoteologi di Madrasah, sehingga menjadi sebuah gerakan masif siswa-siswi Madrasah dalam mencintai lingkungannya.
“Kemudian Layanan Keagamaan Berdampak, melalui program-program yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. Selain itu, Pendidikan Unggul, Ramah dan Terintegrasi dengan menciptakan kondisi sekolah yang aman, nyaman, anti bullying dan ramah anak,” terangnya.
Untuk program Pesanteren Berdaya, dengan memberikan stimulus kepada Ponpes untuk mengembangkan lembaganya melalui pengelolaan sumberdaya yang ada.
Kemudian Pemberdayaan Ekonomi Umat, dapat dilakukan melaui program kampung zakat dan memaksimalkan fungsi masjid sebagai penggerak ekonomi umat.
“Terakhir Digitalisasi Tata Kelola, mendorong penilaian mandiri ZI dengan mewujudkan wilayah bebas korupsi dan pungli. Mari bersama-sama membangun citra positif Kementerian Agama Prov. Sulawesi Tenggara, agar lebih bermanfaat dan dicintai oleh masyarakat luas,” tutup Mansur.*










