Berita

Gubernur Sultra Lepas Ekspor Perdana 1.015 Ton Nikel ke China dari Kendari New Port

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, resmi melepas ekspor perdana nikel sebanyak 1.015 ton yang diberangkatkan melalui PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Kendari New Port, Rabu 28 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa Sulawesi Tenggara dianugerahi potensi sumber daya alam yang besar, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara bijak, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara secara konsisten mendorong hilirisasi nikel agar sumber daya mineral tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi melalui proses industri yang memberi nilai tambah ekonomi, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan daerah,” ujar Andi Sumangerukka.

Ia menegaskan, pembangunan industri pertambangan di Sultra harus sejalan dengan prinsip kelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

“Pembangunan industri harus berwawasan lingkungan dan berpihak pada masyarakat lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil dan merata,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sukamto Todim, menjelaskan bahwa ekspor nikel perdana ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita pemerintah pusat, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

“Peningkatan ekspor Sulawesi Tenggara menjadi kunci pertumbuhan ekonomi daerah berbasis ekspor,” kata Sukamto.

Ia menyebutkan, ekspor perdana tersebut terdiri dari 46 kontainer berisi produk nikel dengan total volume 1.015 ton dan nilai ekspor mencapai 2.950.000 dolar AS atau setara sekitar Rp49,27 miliar.

Komoditas ore nikel tersebut diangkut menggunakan kontainer milik PT Ceria melalui Pelabuhan Kendari New Port dengan tujuan Pelabuhan Lianyunggang, China.

Ekspor perdana ini diharapkan menjadi momentum penguatan sektor industri pertambangan Sulawesi Tenggara sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat hilirisasi nikel nasional.(Faldi)*

Back to top button