KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota Kendari memperkuat percepatan penurunan stunting melalui pendataan berbasis RT dan penguatan Posyandu.
Langkah tersebut dibahas dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Kota Kendari, Rabu (17/6/2026).
Sekda Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan stunting merupakan ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia masa depan.
Menurutnya, stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif anak.
Amir mengatakan evaluasi program diperlukan untuk memastikan intervensi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia menekankan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, sanitasi, dan ketahanan pangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kendari, Hasria Mahmud, menyebut lebih dari 400 anak stunting menjadi sasaran intervensi langsung.
Selain itu, sekitar 12 ribu anak berisiko stunting dan perlu segera dipetakan secara akurat.
Pemkot Kendari kini mengumpulkan data sekitar 30 ribu anak sebagai dasar pelaksanaan intervensi serentak Juli 2026.
Data tersebut akan digunakan untuk memantau kehadiran anak di Posyandu dan mendeteksi risiko stunting sejak dini.
Intervensi meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan tambahan, vitamin A, edukasi, serta layanan gratis bagi ibu hamil.
Hasria juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap pernikahan usia dini dan kehamilan berisiko.
Sementara itu, Ketua Pembina Posyandu Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, menyoroti kondisi Posyandu.
Dari 228 Posyandu di Kendari, sebanyak 122 unit atau 53 persen masih dalam kondisi tidak layak.
Pemkot berharap penguatan Posyandu dan pendataan akurat mampu menekan angka stunting secara signifikan.*










