KENDARIKINI.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara merilis indikator strategis ekonomi terbaru periode Maret 2026.
Rilis tersebut mencakup inflasi, nilai tukar petani, ekspor-impor, transportasi, dan perkembangan pariwisata Sulawesi Tenggara.
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, menyampaikan data itu dalam siaran pers di Kendari, Senin (4/5/2026).
BPS mencatat nilai ekspor Sultra Maret 2026 mencapai US$347,36 juta atau meningkat 7,05 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pada Maret 2025, nilai ekspor Sulawesi Tenggara tercatat sebesar US$324,50 juta.
Meski nilai ekspor meningkat, volume ekspor Sultra justru mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Volume ekspor Maret 2026 tercatat 217,32 ribu ton atau turun 16,19 persen dibanding Maret 2025.
Sementara itu, nilai impor Sultra Maret 2026 mencapai US$335,29 juta atau naik signifikan 278,24 persen.
Kenaikan impor turut diikuti peningkatan volume impor Sulawesi Tenggara sepanjang Maret 2026.
Volume impor Sultra tercatat 532,31 ribu ton atau naik 73,08 persen dibanding Maret 2025.
BPS Sultra menilai perkembangan ekspor dan impor menjadi indikator penting pertumbuhan ekonomi daerah.*










