
KENDARIKINI.COM – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap kenaikan harga komoditas ikan laut di Kabupaten Kolaka pada 2025 dipengaruhi tingginya permintaan dari sektor pertambangan di Kabupaten Bombana.
Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, mengatakan lonjakan harga ikan sempat terjadi di pasar pelelangan Kolaka karena sebagian besar pasokan dibeli oleh pihak tambang melalui kerja sama antar daerah.
“Terkait kenaikan harga ikan ini benar terjadi di pelelangan tahun 2025 di Kolaka. Harganya mahal karena banyak diambil oleh tambang-tambang, sementara pasokan di Kolaka sendiri terbatas,” ujar Edwin saat kegiatan Bincang Bareng Media di salah satu warung kopi di Jalan Martandu, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Senin (9/2/2026).
Menurut Edwin, kondisi tersebut menyebabkan harga ikan di tingkat lokal meningkat karena tingginya permintaan dari luar daerah, khususnya dari wilayah tambang Bombana.
Secara umum, komoditas ikan laut memang kerap menjadi penyumbang inflasi kelompok bahan makanan. Faktor penyebabnya antara lain keterbatasan pasokan akibat cuaca ekstrem, musim tangkap, kenaikan biaya operasional nelayan seperti bahan bakar minyak (BBM), serta lonjakan permintaan.
BI Sultra mencatat, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Sultra pada Januari 2026 sebesar 0,69 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi Desember 2025 yang tercatat 0,22 persen (mtm), serta berbanding terbalik dengan inflasi nasional yang mengalami deflasi sebesar -0,15 persen (mtm).
Untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas ikan, BI Sultra bersama pemerintah daerah melakukan sejumlah langkah mitigasi, salah satunya dengan mendorong efisiensi biaya pelabuhan (port cost).
“Yang dibutuhkan adalah pengendalian cost ports. Jadi ketika pasokan ikan banyak maupun sedikit, biaya pelabuhan harus bisa ditekan. Ini menjadi salah satu langkah mitigasi selain kerja sama antar daerah,” jelasnya.
BI Sultra berharap langkah tersebut dapat menjaga stabilitas harga komoditas perikanan dan mengendalikan tekanan inflasi di wilayah Sulawesi Tenggara.(Faldi)*









