BeritaPolitik

Akademisi UM Kendari Soroti Dinasti Politik di NasDem Bombana, Sebut Berisiko Picu Korupsi Kebijakan

KENDARIKINI.COM, KENDARI – Penunjukan Sulfan Sultani Burhanuddin sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), menuai sorotan. Sulfan diketahui merupakan putra Bupati Bombana, Burhanuddin.

Pengamat politik sekaligus akademisi Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Andi Awaluddin, menilai kondisi tersebut berpotensi memperburuk kualitas demokrasi di daerah dan membuka ruang terjadinya praktik dinasti politik.

“Ketika seorang bupati, kemudian anaknya menjadi ketua partai di daerah yang sama, itu berpotensi memengaruhi distribusi anggaran, termasuk dalam kegiatan pengkaderan, sosialisasi, maupun pendidikan politik. Situasi seperti ini bisa menyuburkan praktik dinasti politik,” ujar Andi saat dikonfirmasi jurnalis Kendarikini.com, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, rangkap pengaruh antara kekuasaan eksekutif dan struktur partai politik dalam lingkup keluarga dapat berdampak pada tata kelola kebijakan publik, termasuk pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Andi menegaskan, dinasti politik merupakan tantangan serius dalam sistem demokrasi. Ia menyebut budaya partai politik menjadi indikator penting dalam melihat kualitas demokrasi di suatu daerah.

“Baik buruknya demokrasi bisa dilihat dari budaya partai politiknya. Jika jabatan strategis di partai dipegang oleh keluarga kepala daerah yang sedang berkuasa, maka itu patut diduga sebagai bentuk dinasti politik karena ada dominasi keluarga dalam struktur politik,” jelasnya.

Terkait potensi risiko korupsi, Andi mengungkapkan bahwa berbagai riset demokrasi menunjukkan praktik dinasti politik kerap beririsan dengan meningkatnya risiko korupsi, terutama pada level kebijakan publik.

“Dinasti politik sering beriringan dengan budaya ketertutupan dan konsolidasi internal dalam lingkup keluarga. Korupsi bukan hanya soal uang, tetapi juga bisa terjadi pada level kebijakan, yakni keputusan yang menguntungkan keluarga atau kelompok tertentu,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPD Partai NasDem Bombana maupun dari Sulfan Sultani Burhanuddin terkait pernyataan tersebut.*

Back to top button