Rabu, Juni 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaDampak Tambang PT Ifishdeco, WALHI Sultra: Pesisir Tinanggea Alami Krisis Iklim

Dampak Tambang PT Ifishdeco, WALHI Sultra: Pesisir Tinanggea Alami Krisis Iklim

KENDARIKINI.COM – Wilayah pesisir Tinanggea dilaporkan mengalami kerusakan lingkungan serius akibat aktivitas tambang PT Ifishdeco.

Data tersebut dikutip dari unggahan Instagram Walhi Sultra yang memuat temuan dampak ekologis dan sosial, Sabtu 21 Februari 2026.

Air laut di sekitar pesisir dilaporkan keruh dan diduga tercemar limpasan aktivitas pertambangan.

Budidaya rumput laut yang menjadi andalan warga disebut berhenti total akibat perubahan kualitas perairan.

Nelayan juga kehilangan sebagian wilayah tangkap karena sedimentasi dan perubahan ekosistem pesisir.

Sawah warga dilaporkan terdampak sedimentasi yang terbawa aliran air saat hujan deras.

Tambak masyarakat mengalami gagal panen dengan tingkat kematian komoditas hingga 70 persen.

Walhi Sultra menilai kerusakan lingkungan tersebut memperparah dampak krisis iklim di wilayah pesisir.

Hujan dan limpasan tambang disebut mempercepat pencemaran air serta merusak ekosistem penyangga alami.

Kerusakan pesisir dinilai menurunkan daya tahan wilayah terhadap cuaca ekstrem dan perubahan musim.

Ketika hasil laut hilang, masyarakat disebut semakin rentan terhadap ketidakpastian iklim.

Secara sosial, nelayan harus melaut lebih jauh demi mendapatkan hasil tangkapan.

Sebagian warga bahkan mencari penghidupan hingga ke luar daerah dan luar negeri.

Pendapatan masyarakat pesisir dilaporkan turun drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya ketahanan pangan keluarga nelayan dan petambak.

Walhi menyebut krisis ini sebagai krisis yang tidak adil bagi masyarakat pesisir.

Masyarakat dinilai tidak menjadi penyebab krisis iklim, namun menanggung dampak terbesar.

Sementara itu, aktivitas tambang nikel disebut merusak ekosistem dan menghilangkan penyangga iklim alami.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait temuan tersebut.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -