Berita

Satu Tahun ASR–Hugua Pimpin Sultra, Ini Deretan Program Infrastruktur, Pendidikan dan Pertanian yang Mulai Berjalan

KENDARI, KENDARIKINI.COM – Memasuki tahun pertama kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Hugua, arah pembangunan di Bumi Anoa mulai terlihat melalui sejumlah program prioritas di sektor infrastruktur, pendidikan, pertanian hingga penguatan layanan dasar.

Duet yang dikenal dengan sebutan ASR–Hugua ini menitikberatkan kerja pemerintahan pada pelaksanaan program di lapangan. Sejumlah langkah strategis mulai dijalankan sejak dilantik hingga memasuki tahun pertama pemerintahan pada 2026.

Program JAMAAH Dorong Konektivitas Antarwilayah

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggulirkan program JAMAAH (Jalan Mulus Antar Wilayah) untuk mempercepat konektivitas dan distribusi ekonomi antar daerah.

Beberapa ruas jalan strategis mulai ditingkatkan, di antaranya Labunti–Bangun Sari serta Bonea–Kombungo–Labone di Kabupaten Muna. Program ini menyasar wilayah daratan maupun kepulauan guna memastikan pemerataan pembangunan.

Pemerintah menilai kondisi jalan berpengaruh langsung terhadap mobilitas warga dan distribusi barang, sehingga menjadi prioritas utama pada tahun pertama kepemimpinan.

Penataan Kota dan Penguatan Layanan Air Bersih

Di Kota Kendari, penataan kawasan MTQ dilakukan melalui rehabilitasi bangunan, pembenahan pedestrian, penataan lapak UMKM serta peningkatan fasilitas parkir. Langkah ini ditujukan untuk memperbaiki wajah kota sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, Pemprov Sultra mengoptimalkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kendari, membangun jaringan perpipaan di Baubau, serta meningkatkan layanan air bersih di Kolaka Utara. Akses air bersih dinilai menjadi kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Dukungan Infrastruktur Keamanan dan Pertahanan

Pemerintah provinsi juga mendukung pembangunan gedung tahanan dan barang bukti Polda Sultra serta pengembangan sarana kepolisian. Di sektor pertahanan, pembangunan Mako Lanud Pangkalan TNI Halu Oleo dan sarana Korem 143/HO turut menjadi bagian dari agenda kerja sama pemerintah daerah dengan institusi pertahanan.

Stabilitas keamanan dinilai penting untuk menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pertanian dan Peternakan Diperkuat

Pada sektor pertanian, pemerintah menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani dengan dukungan anggaran daerah dan pemerintah pusat. Mekanisasi pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani.

Pemprov juga mulai menata data produksi dan kebutuhan konsumsi pangan seperti daging sapi, ayam, dan telur sebagai dasar perencanaan kebijakan agar daerah tidak bergantung pada pasokan luar.

Pendidikan Jadi Fokus Utama

Bidang pendidikan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian besar. Bantuan mobiler ruang kelas, perangkat teknologi pembelajaran, komputer, serta ribuan seragam disalurkan ke SMA dan SMK di berbagai daerah.

Pemerintah juga menyediakan peralatan laboratorium IPA, perangkat teknologi informasi dan perlengkapan olahraga untuk menunjang proses belajar mengajar.

Di SMKN 7 Kendari, fasilitas Ship Bridge Simulator dihadirkan guna memperkuat pendidikan berbasis kemaritiman. Sekolah luar biasa (SLB) juga menerima dukungan alat praktik dan perangkat teknologi untuk siswa berkebutuhan khusus.

Program pendidikan unggulan lainnya adalah rencana pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Konawe Selatan di atas lahan sekitar 20 hektare, sebagai bagian dari program nasional. Sementara itu, Sekolah Rakyat Terpadu 70 Kendari telah beroperasi sejak September 2025 dengan sistem berasrama.

Tantangan dan Fondasi Pembangunan

Meski berbagai program telah berjalan, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti pengurangan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri daerah, serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Pemerintah menilai pembangunan membutuhkan konsistensi dan penguatan fondasi jangka panjang. Selama tahun pertama kepemimpinan, situasi politik pemerintahan relatif stabil sehingga pelaksanaan program dapat berjalan tanpa gejolak berarti.

Satu tahun pertama pemerintahan ASR–Hugua dinilai sebagai tahap awal dalam membangun fondasi pembangunan Sulawesi Tenggara. Infrastruktur mulai diperbaiki, sektor pendidikan diperkuat, dan dukungan terhadap petani terus ditingkatkan sebagai bagian dari arah pembangunan daerah ke depan.*

Back to top button