Selasa, Juni 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaPLN Bentuk Tim Reaksi Cepat Bencana, 100 Pegawai Dibekali Pelatihan Kesiapsiagaan Darurat

PLN Bentuk Tim Reaksi Cepat Bencana, 100 Pegawai Dibekali Pelatihan Kesiapsiagaan Darurat

KENDARIKINI.COM, PAREPARE – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) bencana sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat dan bencana alam.

Pembentukan TRC tersebut diperkuat melalui kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan Darurat Bencana yang digelar di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Parepare, selama dua hari, 19–20 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti 100 peserta dari berbagai unit kerja di bawah PLN UID Sulselrabar.

Pelatihan ini terlaksana berkat kolaborasi PLN dengan ORARI Kota Parepare, BPBD Kota Parepare, Basarnas Kota Parepare, serta TAGANA Parepare, yang memberikan materi teknis hingga simulasi penanganan kondisi darurat.

Ketua ORARI Kota Parepare sekaligus Ketua Panitia Pelatihan, Bobot Hery, mengapresiasi langkah PLN dalam membekali personelnya dengan kemampuan tanggap bencana. Menurutnya, kehadiran TRC sangat penting untuk memberikan respons cepat guna melindungi pegawai, masyarakat, dan aset perusahaan saat terjadi bencana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare, Abdul Waris Muhiddin, menilai pelatihan tersebut sebagai bentuk keseriusan PLN dalam membangun sistem manajemen bencana yang terstruktur.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan dan mampu mempraktikkannya ketika kondisi darurat benar-benar terjadi,” ujarnya.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sulselrabar, Ambo Tuwo, menegaskan bahwa TRC merupakan garda terdepan PLN dalam penanganan kondisi darurat.

“Pelatihan ini bertujuan membekali teman-teman TRC agar siap membantu dan bertindak cepat saat bencana terjadi, sekaligus meningkatkan kompetensi mereka,” jelas Ambo.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan konsep manajemen 5M, khususnya unsur Man (manusia) sebagai pilar utama kesiapsiagaan bencana.

“Semua sistem bisa berjalan jika manusianya siap. Karena itu, BPBD memberikan pembekalan untuk memastikan kesiapan personel TRC,” tambahnya.

Menurut Ambo, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penanggulangan bencana.

“Kita perlu berkolaborasi dengan ORARI, BPBD, Basarnas, dan TAGANA sebagai rujukan utama. Harapannya, kerja sama ini terus berlanjut dan PLN dapat membantu unit atau wilayah lain bila diperlukan,” katanya.

Selain pelatihan tanggap bencana, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN juga menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan 100 paket sembako serta lima bantuan beasiswa kepada masyarakat Desa Tegal, Kota Parepare, sebagai bentuk kepedulian sosial PLN kepada masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, PLN UID Sulselrabar menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana sekaligus menghadirkan peran aktif perusahaan dalam perlindungan pegawai, masyarakat, dan lingkungan.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -