Berita

Mantan Sopir Dump Truk di PT KS Sebut Dirinya Jadi Korban PHK Sepihak

KENDARIKINI.COM – Seorang sopir dump truk PT KS bernama Bayu mengaku menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh pihak perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Konawe Utara.

Bayu, yang telah bekerja selama kurang lebih empat bulan, menyatakan bahwa sejak awal perusahaan memiliki kesepakatan dengan masyarakat lokal mengenai perekrutan tenaga kerja. Perjanjian tersebut, kata Bayu, menjadi dasar dirinya bekerja sebagai mitra perusahaan.

“Saya pikir tidak sinkron juga. Sayakan dari mitranya perusahaan artinya kita ada perjanjian antara masyarakat dengan perusahaan dan itu sudah tertera pokoknya ada surat perjanjiannya,” kata Bayu, Jumat 28 November 2025.

Menurut Bayu, dalam kesepakatan itu memuat berbagai kewajiban yang harus dipatuhi perusahaan. Jika kewajiban tersebut tidak dijalankan, maka masyarakat lokal memiliki hak untuk menghentikan sementara aktivitas operasional perusahaan.

“Bahwasanya disitu sudah tertera ketika masyarakat lokal tidak sesuai dengan apa yang didalam poin poin tersebut berarti masyarakat berhak menghalang halangi perusahaan dari aktivitas perusahaan,” ujarnya.

Bayu juga menceritakan pengalaman terkait adiknya yang berniat melamar pekerjaan di PT KS. Meski telah mempersiapkan berkas sejak tahun lalu, pihak perusahaan justru meminta agar adiknya membuat berkas baru.

Setelah menyerahkan berkas tersebut, adiknya dijanjikan menunggu panggilan selama satu minggu. Namun yang terjadi, perusahaan justru merekrut orang lain.

“Begitu saya tanyakan satu minggu ternyata sudah orang dari luar yang masuk. Itu yang membuat saya emosi, loh bapak ini kok gak sinkron,” ungkapnya.

Merasa diperlakukan tidak adil oleh manajemen PT KS, Bayu kemudian melakukan aksi protes dengan menahan jalur hauling perusahaan di Desa Sari Mukti, Kecamatan Langkikima.

Aksi tersebut menjadi bentuk ketidakpuasan dirinya terhadap dugaan pelanggaran perjanjian yang dilakukan perusahaan.

Sementara itu Humas PT KS, Rahmat Manangkiri yang dikonfirmasi via pesan whatsapp membantah tudingan tersebut.

“Tidak benar,” ujarnya singkat.*

Back to top button