Senin, Juni 15, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaDiskominfo Soroti Tantangan Jurnalis di Era Disrupsi Digital, Buka Retreat JMSI Kaltim...

Diskominfo Soroti Tantangan Jurnalis di Era Disrupsi Digital, Buka Retreat JMSI Kaltim 2026

KENDARIKINI.COM, SAMARINDA – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Faisal, menegaskan bahwa insan pers saat ini menghadapi tantangan besar di tengah disrupsi media digital yang membuat arus informasi bergerak sangat cepat dan nyaris tanpa batas.

Hal tersebut disampaikan Faisal saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Retreat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur Tahun 2026, Rabu (21/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, Faisal hadir mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

Menurut Faisal, media profesional kini tidak hanya bersaing dengan sesama media arus utama, tetapi juga dengan akun media sosial, buzzer, hingga news influencer yang mampu menyebarkan informasi dalam hitungan detik, tanpa selalu mematuhi kaidah jurnalistik.

“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi media. Bagaimana media yang legal, kompeten, dan beretika tetap relevan serta dipercaya di tengah banjir informasi instan,” ujar Faisal.

Ia menilai tema retreat, “Jurnalis Masa Kini di Tengah Disrupsi Media dan Turbulensi Ekonomi Daerah”, sangat kontekstual dengan kondisi saat ini. Perubahan teknologi, kata dia, menuntut perubahan cara berpikir, cara bekerja, sekaligus cara bertahan bagi insan pers.

Faisal juga menekankan bahwa kegiatan retreat bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan ruang refleksi dan introspeksi bagi jurnalis untuk menata kembali arah dan peran profesinya di tengah dinamika zaman. Interaksi aktif antara narasumber dan peserta dinilai menjadi kunci agar retreat benar-benar memberi dampak.

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya membangun relasi yang sehat antara media, pemerintah, dan sektor swasta. Menyampaikan informasi positif tentang daerah, menurutnya, bukan berarti menjadi corong kekuasaan, melainkan bagian dari membangun ekosistem informasi dan ekonomi yang berimbang.

“Jika daerah terus diberitakan negatif tanpa keseimbangan, investasi bisa enggan masuk dan ekonomi melemah. Pada akhirnya media juga akan terdampak,” tegasnya.

Faisal berharap Retreat JMSI Kaltim 2026 mampu melahirkan jurnalis yang berpikir lebih jernih, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki daya tahan kuat di tengah tantangan industri media.

Retreat JMSI Kaltim Tahun 2026 tersebut diikuti 25 peserta, berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda, terdiri dari 13 wartawan perempuan dan 12 wartawan laki-laki, dan diharapkan menjadi ruang belajar serta bertumbuh bagi insan pers di Kalimantan Timur.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -