6 ABK KLM Setia Kawan Selamat, Ops SAR Bombana Ditutup

KENDARIKINI.COM – Operasi SAR kecelakaan kapal KLM Setia Kawan GT 105 di perairan Bambaea, Poleang Timur, Bombana, resmi ditutup.
Kapal bermuatan tabung gas kosong tersebut dilaporkan tenggelam pada Selasa, 24 Februari 2026.
Kepala KPP Kendari Amiruddin A.S menyampaikan, seluruh POB berjumlah enam orang ditemukan selamat. Informasi diterima pukul 14.00 Wita dari pemilik kapal.
Korban ditemukan sekitar 9 mil laut arah timur dari lokasi perkiraan kejadian. Tim SAR Gabungan bersama keluarga dan masyarakat Desa Sikeli, Kabaena Barat, melakukan penyelamatan.
Seluruh korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Sikeli dalam kondisi selamat. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup.
Semua unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Cuaca saat operasi berlangsung dilaporkan hujan ringan.
Tinggi gelombang mencapai 0,5 meter dengan kecepatan angin 9 kilometer per jam dari barat. Adapun identitas korban yakni Sukri (47) nakhoda, Musrif (47) KKM, dan Fatahuddin (53) juru mudi.
Selanjutnya Sleng (58), Kahri (49), dan Sirnan (45), masing-masing sebagai ABK. Operasi melibatkan Staf Ops KPP Kendari dan Rescuer Pos SAR Kolaka.
Turut terlibat ABK RB 307, Binda Bombana, Pos AL Bombana, serta Dishub Bombana. KUPP Pomalaa, BPBD Bombana, nelayan Sikeli, masyarakat Bambaea, dan keluarga korban juga membantu.
Peralatan digunakan antara lain Rescue Truck, RB 307, longboat, palsar medis, dan alat komunikasi. Sebelumnya, kapal berangkat pukul 05.50 Wita dari Pelabuhan Sikeli menuju Paria, Boepinang.
Dalam perjalanan, kapal mengalami kebocoran hingga akhirnya tenggelam. Upaya pencarian awal sempat dilakukan sebelum seluruh korban ditemukan selamat.*









