Senin, Juni 8, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaDua Nelayan Sempat Lost Contact di Perairan Kabaena Bombana, Basarnas Kendari Tutup...

Dua Nelayan Sempat Lost Contact di Perairan Kabaena Bombana, Basarnas Kendari Tutup Operasi SAR Setelah Korban Ditemukan Selamat

BOMBANA, KENDARIKINI.COM – Operasi SAR terhadap satu unit longboat dengan dua orang penumpang (POB) yang dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Pulau Kabaena, Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, resmi ditutup setelah kedua korban ditemukan selamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengungkapkan bahwa pada Minggu (15/2/2026) pukul 21.15 Wita pihaknya menerima informasi dari Zubaedah, istri salah satu korban, yang menyampaikan bahwa kedua korban telah kembali ke rumah di Desa Napa sekitar pukul 21.00 Wita dalam kondisi selamat.

“Berdasarkan keterangan korban, mereka sempat berlindung akibat cuaca buruk yang dialami saat perjalanan. Selain itu, baterai telepon genggam dalam kondisi low sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan pihak keluarga,” ujar Amiruddin.

Dengan telah ditemukannya kedua korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR terhadap longboat POB 2 orang yang sebelumnya dilaporkan lost contact dinyatakan selesai dan resmi ditutup.

Adapun identitas korban masing-masing La Angga (50) dan Renal (20), keduanya warga Desa Napa, Kecamatan Mawasangka.

Sebelumnya, pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 14.00 Wita, kedua korban berangkat dari Pelabuhan Rakyat Dongkala menuju Mawasangka menggunakan longboat dengan perkiraan waktu tempuh sekitar tiga jam. Namun hingga malam hari, keduanya belum tiba di tujuan.

Pihak keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hasilnya nihil hingga akhirnya dilaporkan ke Basarnas Kendari untuk dilakukan Operasi SAR.

Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur terlibat di antaranya Staf Ops KPP Kendari, Rescuer Pos SAR Baubau, ABK RB 210, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.

Peralatan yang digunakan meliputi rescue car, RB 210, longboat, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.

Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca saat operasi berlangsung terpantau cerah dengan kecepatan angin 9 km/jam dari arah tenggara dan tinggi gelombang sekitar 0,75 meter.

Basarnas Kendari mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut serta memastikan alat komunikasi dalam kondisi baik guna menghindari kejadian serupa.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -