Rabu, Juni 10, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaLukisan Gua di Muna Berumur 67.800 Tahun, Bukti Seni dan Peradaban Tertua...

Lukisan Gua di Muna Berumur 67.800 Tahun, Bukti Seni dan Peradaban Tertua Dunia

KENDARIKINI.COM – Penemuan stensil tangan berusia minimum 67.800 tahun di Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, menegaskan kemampuan artistik Homo sapiens sejak masa Pleistosen.

Temuan ini merupakan hasil kolaborasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Griffith University, dan Kementerian Kebudayaan. Penelitian dipimpin arkeolog BRIN, Adhi Agus Oktaviana.

Dilansir dari Mongobay, Menurut Adhi, lukisan tersebut membuktikan manusia modern yang bermigrasi sekitar 70.000 tahun lalu telah memiliki kemampuan maritim dan seni yang matang.

Analisis ilmiah menunjukkan teknik unik “narrowed fingers” pada cap tangan. Kompleksitas ini menandakan perilaku simbolis manusia purba sudah sangat maju.

Penelitian lain mengungkap mayoritas pembuat stensil tangan prasejarah kemungkinan perempuan. Kesimpulan ini berdasarkan analisis rasio jari 2D:4D pada ratusan gambar tangan.

Guru Besar Antropologi UI, Cecep Eka Permana, menyebut stensil tangan merupakan jejak identitas langsung pembuatnya. Tekniknya menggunakan semprotan pigmen di sekitar telapak tangan.

Temuan ini mengubah perspektif lama yang menganggap aktivitas seni prasejarah didominasi laki-laki. Perempuan diduga berperan penting dalam budaya gua masa lalu.

Namun, kondisi situs kini memprihatinkan. Lukisan mulai pudar akibat pelapukan alami, perubahan iklim, serta serangan jamur Paecilomyces.

Para peneliti menekankan perlunya kolaborasi multidisipliner untuk konservasi. Upaya pelestarian dinilai mendesak agar warisan purbakala di Muna tidak hilang.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -