
KENDARIKINI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara merilis indikator ekonomi terbaru daerah.
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, menyampaikan rilis tersebut di Kantor BPS, Senin (2/3/2026).
Pada Februari 2026, Sultra mengalami inflasi tahunan sebesar 5,41 persen dengan IHK 111,09.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kolaka sebesar 7,77 persen.
Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Konawe sebesar 3,57 persen.
Kenaikan harga dipicu beberapa kelompok pengeluaran utama masyarakat.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 4,99 persen secara tahunan.
Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga meningkat 21,68 persen.
Kesehatan naik 0,46 persen, transportasi 1,25 persen, serta rekreasi 1,96 persen.
Pendidikan tercatat naik 4,34 persen dan restoran meningkat 1,53 persen.
Perawatan pribadi dan jasa lainnya juga naik signifikan sebesar 13,68 persen.
Sementara beberapa kelompok mengalami deflasi tahunan.
Pakaian dan alas kaki turun 0,21 persen serta perlengkapan rumah tangga minus 0,26 persen.
Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga turun 0,31 persen.
Secara bulanan, Sultra mengalami inflasi 0,65 persen dan tahun berjalan 1,35 persen.*







