KENDARIKINI.COM – Warga Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, mengeluhkan persoalan sampah dan banjir yang dinilai tak kunjung terselesaikan.
Kondisi tersebut bahkan memunculkan wacana dari sebagian warga untuk mengusulkan Ranomeeto pindah kabupaten.
Keluhan warga banyak disampaikan oleh masyarakat di sekitar Pasar Ranomeeto yang setiap hari menghadapi masalah lingkungan.
Sejumlah warga seperti Asradin, Ardi, dan Yusri menyebut kondisi lingkungan di kawasan tersebut semakin memprihatinkan.
Salah satu persoalan utama adalah tumpukan sampah di sekitar pasar yang sering tidak segera diangkut.
Sampah yang dibiarkan berhari-hari menimbulkan bau menyengat dan merusak pemandangan di kawasan pasar.
Warga menyebut mobil pengangkut sampah hanya datang sekali sehari, sementara volume sampah terus meningkat.
Akibatnya, tumpukan sampah kerap meluber dan mengganggu aktivitas warga di sekitar pasar.
Selain masalah sampah, warga juga mengeluhkan banjir yang rutin terjadi di Desa Kota Bangun.
Banjir kerap melanda kawasan Kompleks BTN Maleo 2 setiap kali hujan turun.
Warga menilai banjir terjadi akibat buruknya sistem drainase di kawasan tersebut.
Pembangunan perumahan baru dinilai tidak diimbangi dengan sistem saluran air yang terhubung dengan baik.
Akibatnya, air hujan tidak mengalir lancar dan meluap hingga masuk ke permukiman warga.
Warga mendesak pemerintah daerah lebih tegas dalam memberikan izin pembangunan perumahan.
Mereka berharap setiap pembangunan memperhatikan sistem drainase agar banjir tidak terus terjadi.*










