KENDARIKINI.COM – Aksi penolakan pembangunan jetty PT TIS di Konawe Selatan diwarnai kericuhan, Senin 16 Maret 2026.
Aksi dilakukan ARPEKA Sultra bersama sekitar 100 warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Lainea.
Penolakan dipicu lokasi pembangunan jetty yang dinilai dekat pemukiman warga.
Warga juga mengeluhkan dampak terhadap alat tangkap ikan tradisional yang terganggu.
Selain itu, proyek disebut berjalan tanpa sosialisasi kepada masyarakat setempat.
Sebelumnya, RDP DPRD Sultra pada 9 Maret 2026 tidak dihadiri pihak PT TIS.
Meski demikian, aktivitas pembangunan jetty tetap berlanjut di lokasi tersebut.
Situasi memanas saat terjadi bentrokan antarwarga di lokasi aksi.
ARPEKA menuding adanya pihak yang menghadirkan massa dari luar desa untuk menghalau demonstrasi.
Ketua ARPEKA Sultra, Zaldin, menyayangkan terjadinya bentrokan antar masyarakat.
Ia menilai investasi seharusnya membawa manfaat, bukan konflik di tengah warga.
Menurutnya, kejadian ini mencederai kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Peristiwa tersebut terjadi di hadapan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.
Hingga kini, polemik pembangunan jetty PT TIS masih menjadi perhatian publik.*










