KENDARIKINI.COM – Naskah teater “Mengejar Cinta di Bokori” mengangkat pesona wisata Pulau Bokori, Sulawesi Tenggara, melalui pendekatan seni pertunjukan.
Karya yang ditulis dan disutradarai Iwan Arab ini menampilkan kehidupan masyarakat pesisir, budaya lokal, serta daya tarik wisata bahari.
Cerita dibuka dengan monolog penjaga pantai yang menggambarkan keindahan alam Bokori, termasuk habitat penyu yang bertelur di pesisir.
Tokoh Mina dan Juma merepresentasikan kehidupan masyarakat Bajo, yang menggantungkan hidup dari laut dan aktivitas wisata.
Dalam dialog, keduanya menyoroti meningkatnya kunjungan wisatawan yang berdampak pada ekonomi warga sekitar pulau.
Mereka juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan pelayanan ramah demi mendukung program pengembangan pariwisata daerah.
Cerita semakin dinamis dengan hadirnya tokoh Wata, turis asal Jepang yang menggambarkan ketertarikan wisatawan asing terhadap Bokori.
Melalui dialog ringan dan humor, pertunjukan ini menyampaikan pesan tentang investasi, peluang usaha, dan pentingnya kolaborasi pemerintah serta masyarakat.
Di akhir cerita, penolakan cinta oleh tokoh utama menjadi simbol bahwa pembangunan wisata harus tetap berpijak pada nilai lokal dan kemandirian masyarakat.
Teater ini menegaskan bahwa Pulau Bokori tidak hanya indah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan Sulawesi Tenggara.*










