KENDARIKINI.COM – Kesatuan Pemuda Mahasiswa Maperaha (KPMM) Muna Barat menggelar dialog publik dan peluncuran buku, Sabtu, 25 April 2026.
Kegiatan berlangsung di salah satu warkop di Kota Kendari, menghadirkan akademisi, legislator, penerbit, dan penulis.
Buku berjudul Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi karya Rasmin Jaya menjadi fokus utama diskusi tersebut.
Anggota DPRD Kendari, L.M Rajab Jinik, mengapresiasi karya tersebut sebagai terobosan di tengah tantangan era disrupsi.
Ia menilai budaya literasi mahasiswa mulai menurun akibat derasnya arus informasi dan modernisasi global.
Rajab mendorong mahasiswa kembali pada peran sebagai agen perubahan dengan analisis tajam dan objektif.
Menurutnya, membaca tetap penting sebagai bekal gagasan dalam meraih cita-cita dan menghadapi tantangan masa depan.
Akademisi FIB UHO, Zulzaman, menekankan pentingnya literasi dalam menjawab tantangan bangsa yang semakin kompleks.
Ia mengingatkan setiap generasi memiliki tanggung jawab menciptakan sejarah melalui peran aktif mahasiswa.
Penerbit Rumah Bunyi, Kahar Mappasomba, menyebut karya tulis sebagai bentuk perjuangan selain aksi lapangan.
Ia berharap lahir penulis baru yang mampu memberi kontribusi bagi kebijakan dan perubahan sosial.
Penulis buku, Rasmin Jaya, menjelaskan proses kreatif lahirnya karya melalui tradisi membaca, diskusi, dan menulis.
Menurutnya, menulis adalah cara mengartikulasikan gagasan untuk memengaruhi publik secara positif.
Ketua Bawaslu Muna Barat, Awaluddin Usa, menilai buku tersebut penting sebagai referensi bagi berbagai kalangan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku kepada narasumber sebagai simbol peluncuran resmi.*










