JAKARTA, KENDARIKINI.COM – PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat kinerja positif pada kuartal pertama 2026.
Bank meraih laba sebelum pajak Rp2,3 triliun, dengan earnings per share Rp70,20.
Presiden Direktur Lani Darmawan menyebut kinerja didorong pendapatan stabil dan fee-based income yang tumbuh.
Rasio CASA mencapai 73,9 persen, memperkuat margin dan efisiensi pendanaan bank.
Kualitas aset terjaga, dengan NPL di bawah rata-rata industri dan cost of credit di bawah 1 persen.
Total aset konsolidasian mencapai Rp368,2 triliun per 31 Maret 2026.
Dana pihak ketiga naik menjadi Rp260,1 triliun, didorong pertumbuhan CASA 12,2 persen secara tahunan.
Total kredit tumbuh 2,2 persen menjadi Rp235,1 triliun, ditopang segmen korporasi dan UKM.
Pembiayaan syariah mencapai Rp52,9 triliun, mempertahankan posisi UUS terbesar di Indonesia.
Bank mencatat pembiayaan berkelanjutan Rp60,2 triliun atau hampir 26 persen dari total pembiayaan.
Sebanyak 90,6 persen transaksi nasabah dilakukan melalui kanal digital sepanjang kuartal pertama.
Transaksi OCTO meningkat 29 persen, mencerminkan peningkatan adopsi layanan digital nasabah.
CIMB Niaga juga meluncurkan OCTOBIZ untuk mendukung transaksi bisnis lebih efisien dan terintegrasi.
Sejak Februari 2026, OCTOBIZ telah digunakan lebih dari 20 ribu perusahaan.
Bank terus memperkuat layanan digital dan jaringan untuk meningkatkan pengalaman nasabah.*










