Minggu, Agustus 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaFestival Handai Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Bahasa Indonesia

Festival Handai Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Bahasa Indonesia

KENDARIKINI.COM — Festival Handai Indonesia 2026 menjadi wadah penutur asing memperkuat persahabatan antarbangsa melalui bahasa Indonesia.

Puncak apresiasi Festival Handai Indonesia digelar di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan bahasa Indonesia berperan penting dalam diplomasi internasional.

Menurutnya, bahasa menjadi medium untuk mengenalkan Indonesia sekaligus membangun hubungan antarbangsa.

“Bahasa adalah alat diplomasi yang paling lembut, namun paling kuat,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia mendorong para Handai Indonesia terus menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan.

Para penutur asing juga diharapkan mengembangkan pembelajaran BIPA di negara dan lembaga masing-masing.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, pembelajaran bahasa Indonesia membantu warga asing memahami budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.

“Belajar bahasa Indonesia berarti juga belajar untuk memahami budaya, cara berpikir, dan cara hidup masyarakat Indonesia,” katanya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menyebut festival tersebut bagian dari penginternasionalan bahasa Indonesia melalui pendidikan.

Menurut Hafidz, minat masyarakat dunia terhadap bahasa Indonesia semakin besar dan tersebar di berbagai negara.

Festival Handai Indonesia 2026 diikuti 542 pendaftar dari 79 negara.

Sebanyak 25 peserta dari 21 negara berhasil menjadi finalis dan mengikuti babak final di Jakarta.

Tahun ini, festival menghadirkan lima kategori lomba, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi.

Pemenang pertama kategori pidato, Ciro dari Italia, mengaku tertarik mempelajari bahasa Indonesia karena kekagumannya terhadap budaya Indonesia.

Sementara itu, Duta Besar Laos untuk Indonesia Khamfeuang Phanthaxay menilai bahasa Indonesia membantu memahami masyarakat dan budaya Indonesia.

Ia menyebut kemampuan berbahasa Indonesia turut mempererat hubungan antarbangsa melalui komunikasi langsung.

Festival Handai Indonesia dan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat menjadi bagian diplomasi bahasa Indonesia.

Melalui program tersebut, bahasa Indonesia diharapkan semakin dikenal sekaligus menjadi jembatan persahabatan masyarakat dunia.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -