KENDARIKINI.COM – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong pers menjadi mata ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Erwin Permadi, menilai media memiliki peran strategis membaca potensi ekonomi masyarakat.
Menurutnya, informasi dari media membantu BI mengetahui kondisi, persoalan, serta potensi ekonomi di lapangan.
“Kalau tidak ada yang memberitakan, kita tidak akan tahu kondisi yang ada di lapangan,” kata Erwin.
Karena itu, Erwin meminta wartawan turut mengangkat pelaku UMKM dan produk lokal potensial.
Menurutnya, masih banyak produk Sultra berkualitas yang belum dikenal luas masyarakat luar daerah.
“Kalau tahu tempat mana yang potensial, silakan informasi kepada kami. Kami bisa lihat dan bantu,” ujarnya.
Erwin mencontohkan kain Sultra yang baru ditampilkan dalam ajang Karya Kreatif Indonesia.
Produk tersebut mendapat perhatian karena kualitasnya dinilai sangat baik dengan harga yang relatif terjangkau.
Namun, sebagian masyarakat luar daerah belum mengetahui produk tersebut berasal dari Sulawesi Tenggara.
Erwin menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya promosi produk lokal secara konsisten melalui berbagai kanal.
Ia juga mendorong pengembangan UMKM untuk mengurangi ketergantungan ekonomi Sultra terhadap sektor pertambangan.
Menurutnya, UMKM perlu terhubung dengan pariwisata, perhotelan, restoran, jasa, dan sektor ekonomi lainnya.
“Supaya UMKM kita bergerak, kita tidak mengandalkan pertambangan saja,” tegas Erwin.
Erwin menyebut Sultra memiliki potensi besar di sektor UMKM, pariwisata, pertanian, perikanan, dan industri kreatif.
Potensi tersebut membutuhkan promosi berkelanjutan agar mampu menembus pasar lebih luas.
Karena itu, ia berharap pers terus menjadi mata dan telinga bagi perkembangan ekonomi daerah.
Kolaborasi BI, media, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting memperkuat ekosistem ekonomi Sultra.*












