KENDARIKINI.COM – PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menjaga pasokan listrik dari sejumlah PLTA.
Program tersebut menyasar PLTA Bakaru, PLTA Malea, dan PLTA Poso menghadapi tantangan musim kemarau yang berpotensi mengurangi debit air.
PLN menggandeng pemerintah daerah, BPBD, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pelaksanaan program tersebut.
Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Darma Metusela, mengatakan pemerintah daerah terlibat sejak survei hingga pelaksanaan operasi TMC.
“Dari pihak Pemda, kami terus mendampingi dan terlibat langsung sejak tahapan survei hingga pelaksanaan eksekusi,” ujar Darma.
Operasi TMC sebelumnya direalisasikan di Meko dan Tokilo pada 20 September 2026.
Penyemaian awan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi atmosfer untuk meningkatkan potensi pembentukan hujan di wilayah sasaran.
Di Sulawesi Selatan, koordinasi juga dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi PLTA Malea berkapasitas 90 megawatt.
Gubernur Sulawesi Selatan telah meminta dukungan BMKG untuk pelaksanaan TMC di daerah tangkapan air Sungai Saddang.
Program tersebut difokuskan pada catchment area Sungai Saddang selama periode Agustus hingga September 2026.
Sementara itu, PLN mematangkan persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di DAS Mamasa untuk mendukung PLTA Bakaru.
PLTA Bakaru memiliki kapasitas 126 megawatt dan mengandalkan ketersediaan debit air untuk menjaga operasional pembangkit.
OMC direncanakan menggunakan teknologi pesawat nirawak atau drone dengan lokasi operasi di Bandara Sumarorong dan Puncak Pasir.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan sinergi lintas sektor menjadi kunci pelaksanaan mitigasi menghadapi musim kemarau.
Menurutnya, koordinasi bersama Pemda dan BMKG diarahkan untuk menjaga debit air serta keandalan pasokan listrik.
PLN berharap langkah tersebut dapat menjaga pasokan listrik masyarakat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.*













