Minggu, Oktober 4, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaKabut Asap Selimuti Sultra, 17 Kabupaten Kota Berpotensi Terdampak

Kabut Asap Selimuti Sultra, 17 Kabupaten Kota Berpotensi Terdampak

KENDARIKINI.COM – Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sultra melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra.

Kadis Kominfo Sultra, Andi Syahrir, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.

“Waspada kabut asap di Sultra,” kata Andi Syahrir dalam imbauannya kepada masyarakat.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kabut asap berpotensi terjadi di 17 kabupaten/kota Sultra hingga tiga hari mendatang.

Wilayah tersebut meliputi Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka dan Kolaka Timur.

Selanjutnya, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah dan Wakatobi.

BMKG mencatat sebanyak 105 titik panas terdeteksi di Sultra pada 3 Oktober 2026.

Sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Bombana berdasarkan pemantauan BMKG.

BMKG juga menyebut kabut asap yang masuk Sultra bukan berasal dari karhutla lokal.

Asap tersebut diperkirakan terbawa angin dari wilayah Papua Selatan dan Maluku menuju Sultra.

Di Kota Kendari, kualitas udara berdasarkan parameter PM2.5 berada pada kategori sedang.

Konsentrasi PM2.5 tercatat pada kisaran 15,5 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas udara dan berpotensi berulang selama beberapa hari ke depan.

Masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan memperbanyak konsumsi air putih.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan penderita gangguan pernapasan diminta membatasi aktivitas luar ruangan.

Pengendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena kabut asap dapat menyebabkan penurunan jarak pandang.

Masyarakat diimbau memantau perkembangan kondisi cuaca dan lingkungan melalui informasi resmi BMKG.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -