KENDARIKINI.COM – Seluruh perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) telah memiliki website resmi berdomain **sultraprov.go.id** sejak triwulan pertama 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sultra, Andi Syahrir, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pengelolaan Domain dan Subdomain di Kendari, Kamis (8/10/2026).
Andi mengatakan, pemanfaatan website pemerintah masih belum optimal. Sejumlah situs belum memuat informasi atau tidak diperbarui secara berkala.
Selain itu, masih ditemukan perangkat daerah yang menggunakan ekstensi domain berbeda dari domain resmi pemerintah daerah.
Menurut Andi, penggunaan domain resmi penting untuk menjaga identitas digital, keamanan informasi, dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemerintah.
Ia berharap seluruh perangkat daerah segera mengoptimalkan website untuk menyampaikan informasi publik, data sektoral, dan layanan masing-masing.
“Kita ingin memastikan website pemerintah dikelola secara tertib, aman, dan aktif dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan,” kata Andi.
Rapat tersebut dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sultra, Pahri Yamsul. Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi informasi penting untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan berkualitas.
Pahri meminta seluruh perangkat daerah menginventarisasi website, menetapkan penanggung jawab, memperbarui informasi, serta meningkatkan keamanan layanan digital.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Diskominfo Sultra dalam penataan domain dan pengembangan layanan digital.
Menurut Pahri, pengelolaan domain merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan digital dan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Dalam rapat tersebut, turut disampaikan perubahan evaluasi pemerintahan digital. Mulai 2026, penilaian yang sebelumnya dikenal sebagai indeks SPBE berubah menjadi Indeks Pemerintahan Digital (PemDi).
Perubahan ini menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari jumlah aplikasi, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.*













