KENDARIKINI.COM – Permintaan konfirmasi Kendarikini.com kepada Bea Cukai Kendari terkait dugaan peredaran rokok ilegal, minuman beralkohol tanpa cukai, hingga pengeluaran limbah B3 dari kawasan berikat PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Morosi belum mendapat jawaban substantif.
Hingga berita ini diterbitkan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kendari belum memberikan kepastian jadwal wawancara maupun penjelasan resmi atas sejumlah persoalan tersebut.
Upaya konfirmasi dilakukan untuk memperoleh keterangan mengenai efektivitas pengawasan kepabeanan dan cukai. Termasuk dugaan penindakan rokok ilegal yang dinilai tebang pilih karena disebut hanya menyasar toko eceran, bukan gudang grosir.
Jurnalis Kendarikini.com sebelumnya telah mendatangi kantor Bea Cukai Kendari untuk menyerahkan surat permohonan wawancara melalui bagian teknis.
Pada Jumat (2/10/2026), jurnalis menghubungi Humas Bea Cukai Kendari, Ade, guna menanyakan tindak lanjut surat tersebut. Namun, pesan konfirmasi belum mendapat respons.
Tiga hari kemudian, Senin (5/10/2026), petugas teknis Bea Cukai Kendari, Ammarin, menyampaikan bahwa permohonan wawancara telah diteruskan kepada penanggung jawab terkait.
“Adapun permohonannya sudah saya sampaikan ke PIC (Person in Charge) terkait. Demikian disampaikan, terima kasih,” ujar Ammarin.
Sebelum mengirimkan surat resmi, jurnalis juga mendatangi kantor Bea Cukai Kendari pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Kedatangan itu bertujuan meminta penjelasan mengenai penindakan rokok ilegal yang dipersoalkan karena diduga belum menyentuh jaringan distribusi skala besar.
Saat itu, Humas Bea Cukai Kendari, Ade Jamaludin, menyarankan agar media mengatur jadwal pertemuan terlebih dahulu dan membawa bukti pendukung.
Pada Kamis (17/9/2026), jurnalis kembali menanyakan kepastian jadwal melalui pesan singkat. Ade menyampaikan bahwa Kepala Kantor Bea Cukai Kendari, Taufik Sapto Harsono, sedang bertugas di pusat.
“Sementara ini Kakan lagi tidak di tempat, ada penugasan di Pusat. Nanti menunggu konfirmasi kesediaannya kapan. Setelah itu saya infokan lagi,” kata Ade.
Kendarikini.com masih menunggu penjelasan Bea Cukai Kendari untuk mengklarifikasi dugaan tersebut, sekaligus memperoleh informasi mengenai pengawasan barang kena cukai dan pengeluaran limbah B3 dari kawasan berikat.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak Bea Cukai Kendari maupun pihak terkait lainnya.*













