KENDARIKINI.COM — Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kolombi, Eddy Suprapto, menyebut dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Kepala Desa Kolombi, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, telah memicu keresahan warga.
Persoalan tersebut mencuat setelah seorang perempuan berinisial M mengungkap dugaan perselingkuhan suaminya, oknum anggota TNI berinisial DA, dengan perempuan berinisial R yang disebut sebagai Kades Kolombi.
M mengaku mencurigai hubungan keduanya setelah menerima informasi bahwa DA diduga kerap membawa perempuan ke sebuah rumah di kawasan BTN Kendari.
Untuk memastikan informasi tersebut, M menghubungi saksi dan meminta kerabatnya mendatangi lokasi. Ia mengklaim R ditemukan bersama anaknya di rumah tersebut.
DA membantah tuduhan perselingkuhan. Dalam komentar di media sosial, ia menyebut keberadaan R di rumah tersebut berkaitan dengan urusan penyewaan properti.
M juga mempertanyakan informasi mengenai dugaan pengurusan perceraian tanpa sepengetahuannya. Ia menegaskan masih menganggap dirinya sebagai istri sah DA.
Di sisi lain, Eddy mengatakan BPD telah menerima laporan keberatan dari sekitar 50 warga terkait persoalan yang dinilai mencemarkan nama baik desa.
“Saya sudah buatkan laporan biar bagaimana itu tugas saya tampung aspirasi masyarakat,” kata Eddy kepada KENDARIKINI.COM, Sabtu (17/10/2026).
Eddy juga mengungkapkan, pada 10 Oktober 2026, dirinya mendatangi rumah R setelah menerima laporan warga mengenai keberadaan DA di lokasi tersebut.
Ia mengaku meminta DA meninggalkan desa untuk mencegah potensi keributan. Namun, menurut Eddy, DA masih berada di rumah tersebut setelah Magrib.
Eddy kemudian kembali bersama petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan meminta DA meninggalkan lokasi.
BPD Kolombi berencana meneruskan laporan warga kepada Bupati Bombana untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari R, DA, serta pihak TNI terkait dugaan tersebut. Tuduhan perselingkuhan dan dugaan pelanggaran etik ini masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, Dandim 1431/Bombana, Letkol Arm Mulyadi yang dikonfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp terkait dugaan keterlibatan oknum TNI AD tersebut belum memberikan tanggapan hingga berita ini disusun.*













