BPS: Nilai Ekspor Sultra Naik, Impor Turun

KENDARIKINI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara baru saja merilis beberapa indikator strategis terkini terkait Inflasi, NTP, Ekspor-Impor, TPK, dan Transportasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Agnes Widiastuti, dalam siaran persnya di BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (03/06/2024).

Agnes Widiastuti menjelaskan Sulawesi Tenggara dengan segala potensi Sumber Daya Alam mempunyai peluang dalam perdagangan luar negeri yang tercermin dalam statistik ekspor. Data Statistik Ekspor diperoleh dari Dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dari Bea dan Cukai. Komoditi yang selama ini menjadi andalan Sulawesi Tenggara antara lain besi dan baja serta bermacam hasil laut, sedangkan negara tujuan ekspor tersebar di benua Asia hingga Amerika.

“Nilai ekspor Sulawesi Tenggara April 2024 mencapai US$319,41 juta atau naik 12,00 persen dibanding ekspor Maret 2024 yang tercatat US$285,20 juta. Sejalan dengan itu, volume ekspor April 2024 tercatat 230,58 ribu ton atau naik 4,80 persen dibanding volume ekspor Maret 2024 yang tercatat 220,02 ribu ton,” katanya.

Sambungnya nilai impor Sulawesi Tenggara April 2024 mencapai US$106,42 juta, turun 41,59 persen dibandingkan Maret 2024 atau turun 18,15 persen dibandingkan April 2023.
Volume impor April 2024 senilai 304,30 ribu ton, turun 49,64 persen dibandingkan Maret 2024 atau naik 17,18 persen dibandingkan April 2023.

“Penurunan nilai impor golongan barang terbesar April 2024 dibandingkan Maret 2024 adalah bahan bakar mineral sebesar US$62,40 juta (turun 51,22 persen),” pungkasnya.*

Berita Terkait