Sultra Inflasi 2,86 Persen, Tertinggi Kolaka Capai 3,45 Persen

KENDARIKINI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara baru saja merilis beberapa indikator strategis terkini terkait Inflasi, Nilai Tukar Petani, Ekspor dan Impor, Transportasi serta Perkembangan Pariwisata.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Kurniawan, dalam siaran persnya di BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin 5 Januari 2026.
“Pada Desember 2025, Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami inflasi YoY sebesar 2,86% dengan IHK 109,61. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kolaka sebesar 3,45% (IHK 110,64), sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Baubau sebesar 2,07% (IHK 110,05),” katanya.
Lanjutnya Inflasi YoY dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau (3,84%), perawatan pribadi dan jasa lainnya (9,78%), pendidikan (5,05%), penyediaan makanan dan minuman/restoran (2,54%), serta transportasi (2,01%). Sementara itu, deflasi y-on-y terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki (0,81%), perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,12%), serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,04%).
“Secara bulanan, inflasi mtm tercatat sebesar 0,22%, sedangkan inflasi ytd hingga Desember 2025 sebesar 2,86%,” pungkasnya.*









