Senin, Juli 6, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

AMARA Sultra Dukung Hak Pengibaran Bintang Kejora, Dorong Dialog Papua

KENDARIKINI.COM – Asosiasi Mahasiswa Radikal Sulawesi Tenggara (AMARA Sultra) menyampaikan sikap terkait pengibaran Bendera Bintang Kejora.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum AMARA Sultra, Malik Botom, melalui rilis diterima di Kendari, Senin (6/7/2026).

AMARA menegaskan dukungan terhadap hak pengibaran Bintang Kejora sebagai bentuk ekspresi publik, bukan dukungan terhadap separatisme.

Menurut Malik, simbol tersebut dapat diposisikan sebagai identitas kultural apabila berada di bawah Bendera Merah Putih.

AMARA menilai pemerintah perlu mengedepankan pendekatan dialog dibanding respons yang bersifat represif terhadap penyampaian aspirasi.

Dalam pernyataannya, organisasi itu juga menyoroti isu dugaan pelanggaran HAM, kesenjangan pembangunan, serta konflik agraria di Papua.

AMARA mengutip pandangan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid mengenai Bintang Kejora sebagai simbol kultural, bukan kedaulatan politik.

Selain itu, organisasi tersebut merujuk sejumlah kajian akademik mengenai kebebasan berekspresi dan dinamika sosial politik di Papua.

AMARA mendesak pemerintah membuka ruang demokrasi dan dialog yang lebih luas dalam menyelesaikan persoalan Papua.

Malik menegaskan sikap organisasinya lahir dari pertimbangan moral dan akademik, bukan kepentingan politik praktis.

AMARA juga menyatakan kesiapan berdialog dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dan akademisi membahas penyelesaian persoalan Papua secara damai.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -