Kamis, Juni 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBeritaBegini Penjelasan Gubernur Sultra Soal Lahan Kambu dan Isu Rumah Pribadi

Begini Penjelasan Gubernur Sultra Soal Lahan Kambu dan Isu Rumah Pribadi

KENDARIKINI.COM – Polemik yang beredar di masyarakat atas kepemilikan lahan di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari membuat Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka angkat suara.

Andi Sumangerukka yang akrab disapa ASR mengungkapkan bahwa kepemilikan lahan seluas 5,5 hektare (ha) miliknya, ia peroleh melalui proses jual beli yang sah.

“Sebelum saya beli, saya cek status kepemilikannya. Saya tidak serta merta membeli lahan tersebut. Setelah dinas teknis menyatakan bahwa lokasi termasuk Area Penggunaan Lain (APL) baru diputuskan dibeli,” kata ASR kepada awak media di kantornya, Senin, 8 Desember 2025 sore.

Menurut ASR, tudingan perihal pengrusakan hutan bakau atau mangrove yang dilayangkan oleh berbagai pihak juga tidak benar bahkan terlalu berlebihan. Pasalnya, lahan yang ia beli merupakan area bukaan yang dulunya digunakan sebagai tambak.

Selain itu, ia juga menepis isu perihal rencana pembangunan rumah pribadi diatas lahan yang ia beli itu. Ia menjelaskan, pada bagian depan lahan miliknya itu justru akan dibangun masjid. Sedangkan pada bagian lain akan dibangun gedung pertemuan.

Lanjutnya, saat ini dirinya berhak menempati Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur, yang luas kawasannya mencapai 10 ha. Namun, ia dan istri merasa lebih nyaman tinggal di rumah pribadinya yang lebih kecil karena kedua anak-anaknya juga telah mandiri dengan kehidupan masing-masing.

ASR kembali menegaskan perihal komitmennya menjadi pemimpin di Sultra. Ia menyatakan, sejak awal niatnya untuk menjadi pemimpin daerah hanya untuk mengabdi dan beribadah.

“Boleh dicek, sejak menjalankan tanggungjawab sebagai Gubernur Sultra, saya tidak menggunakan uang negara. Saya tinggal di kediaman pribadi. Selalu bersyukur (tinggal) di rumah pribadi walaupun tersedia rumah dinas,” tutupnya.

Untuk diketahui, sejak menjabat sebagai Gubernur Sultra, ASR tidak pernah menerima gajinya dan enggan menggunakan fasilitas negara seperti biaya perjalanan dinas, kendaraan dinas, serta hak-hak keuangan lain yang melekat pada dirinya selaku orang nomor satu di Sultra.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -