Sabtu, Juli 11, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Cegah Stunting, Pemkot Kendari Libatkan Remaja Jadi Agen Perubahan

KENDARIKINI.COM – Pemerintah Kota Kendari melibatkan remaja dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Kamis (9/7/2026).

Kegiatan bertema “Sosialisasi Peran Remaja dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting” itu berlangsung di Aula Samaturu.

Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, membuka kegiatan didampingi Kepala DPPPA Kota Kendari, Fitriani Sinapoy.

Amir mengatakan penanganan stunting, kemiskinan, dan pengangguran menjadi fokus prioritas pembangunan Pemerintah Kota Kendari pada 2026.

Menurutnya, stunting dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan saraf, kemampuan kognitif, motorik, bahasa, hingga kesehatan reproduksi.

“Penanganan stunting adalah persoalan kompleks yang memerlukan kerja sama lintas sektor secara gotong royong,” kata Amir.

Ia menyebut remaja sebagai kelompok strategis dalam memutus siklus stunting, terutama melalui pemenuhan gizi sejak sebelum memasuki usia pernikahan.

Kondisi malnutrisi pada calon ibu sejak remaja dinilai meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Amir juga mengapresiasi metode edukasi sebaya yang dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pencegahan stunting.

Sementara itu, Kepala DPPPA Kendari, Fitriani Sinapoy, mengatakan kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan stunting.

Materi juga mencakup dampak pernikahan dini dan pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama masa pertumbuhan.

“Intervensi edukasi ini krusial agar para remaja memahami mitigasi risiko stunting sejak dini,” ujar Fitriani.

Kegiatan tersebut diikuti 76 peserta, terdiri dari 65 delegasi kelurahan, sembilan perwakilan Forum Anak, serta kelompok penyandang disabilitas.

Para peserta diharapkan menjadi agen perubahan dalam menyebarkan edukasi pencegahan stunting di lingkungan keluarga dan komunitas.

Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi gizi dan kesehatan reproduksi yang disampaikan narasumber, dr. Hasmirah.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -