SUMUT, KENDARIKINI.COM – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menghadiri pelepasan 22 kontainer bantuan kemanusiaan yang disiapkan Polri untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pelepasan bantuan tersebut berlangsung di Markas Polda Sumatera Utara, Sabtu (14/2/2026), dan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Titiek mengaku bersyukur dapat menghadiri langsung kegiatan kemanusiaan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas komitmen Polri dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Senang sekali hari ini saya bisa hadir di Polda Sumut memenuhi undangan Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk bersama-sama melepas bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana di beberapa daerah di Sumatra,” ujar Titiek.
Ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polri yang dinilai konsisten hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat bencana.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri yang selalu peduli dan memperhatikan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain distribusi logistik, Titiek juga menyambut baik pembangunan jembatan bailey di wilayah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, yang sebelumnya terdampak bencana. Menurutnya, infrastruktur tersebut sangat penting untuk membuka kembali akses wilayah yang terputus.
“Dengan tersambungnya kembali daerah yang sempat terputus, tentu perekonomian masyarakat bisa kembali bergerak dan berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Ini merupakan wujud kehadiran negara. Sesuai arahan Bapak Presiden, kami terus melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari memastikan distribusi logistik berjalan lancar hingga percepatan perbaikan infrastruktur pascabencana,” kata Sigit.
Ia menambahkan, Polri bersama TNI serta kementerian dan lembaga terkait terus berkolaborasi dalam penyelesaian pembangunan jembatan, perbaikan hunian sementara (huntara), hingga hunian tetap (huntap) di sejumlah lokasi terdampak.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana di Sumatra.*










